1 Warga Berstatus ODP Baru Corona di Wilayah Minyak Banyu Urip

Senin, 23 Maret 2020, Dibaca : 686 x Editor : nugroho

Ist/Dinas Kesehatan Bjn.
Peta Penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro per 23 Maret 2020.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Sebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami pergeseran. Bahkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) juga mengalami peningkatan dari sebelumnya, Minggu (22/3/2020) sebanyak 23 orang, bertambah menjadi 26 orang pada Senin (23/3/2020).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bojonegoro, pergeseran sebaran virus corona terjadi di wilayah Kecamatan Gayam. Wilayah ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, yang sebelumnya berada di zona hijau, sekarang ini masuk zona kuning karena terdapat 1 ODP corona.

Baca Lainnya :

    Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Sekar. Sebelumnya wilayah yang dikenal dengan wisata Atas Angin Bukit Cinta itu tidak ditemukan ODP corona, saat ini terdapat 1 ODP. 

    Sementara dua kecamatan lainnya yakni Sugihwaras dan Ngambon telah berubah statusnya dari zona kuning menjadi zona hijau. Sebelumnya dua wilayah tersebut terdapat masing-masing terdapat 1 ODP.

    Baca Lainnya :

      "ODP di wilayah Sugihwaras dan Ngambon telah selesai dalam pemantauan selama 14 hari. Selama pemantauan kesehatan mereka bagus dan negatif covid-19," jelas Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Dokter Wheny Dyah Prajanti saat berada di Media Center Covid-19 di Gedung Pusat Informasi Publik  (PIP) Jalan AKBM.Soeroko 11, Selasa (23/3/2020).

      Selain terdapat perubahan status dari kuning ke hijau, lanjut Dokter Wheny, sapaan akrabnya, ada beberapa kecamatan yang mengalami penambahan dan penurunan ODP. Untuk wilayah yang mengalami penambahan yakni Kecamatan Bojonegoro dari sebelumnya 4 ODP, menjadi 6 orang. Kemudian Kecamatan Sumberrejo dari sebelumnya 4 ODP, menjadi 5 orang.

      "Hari ini ada tambahan 7 ODP baru. ODP baru ini karena mereka baru datang dari daerah terjangkit Covid-19," tandasnya.

      Sedangkan sejumlah wilayah yang mengalami penurunan ODP yakni Kecamatan Kasiman dari sebelumnya 2 orang menjadi 1 orang. Kecamatan Trucuk dari 3 ODP menjadi 2 orang. 

      Kecamatan lainnya jumlah ODP-nya masih tetap sama yakni Purwosari 1 orang, Kalitidu 2 orang, Dander 2 orang, dan Balen 4 orang. 

      Menurut dokter Wheny, data sebaran Covid-19 ini bisa berubah setiap harinya. Terlebih baru saja ada 87 warga dari wilayah Kecamatan Malo yang diperiksa kesehatannya karena baru pulang dari Jakarta, daerah terjangkit Covid-19. 

      "Sekarang masih kita evaluasi, dan diisolasi di rumahnya masing-masing," tandasnya. 

      Dari 26 ODP di Bojonegoro ini, tambah Dokter Wheny, 11 orang berkategori resiko rendah (low risk), 10 orang resiko sedang (medium risk), dan 5 orang resiko tinggi (high risk).

      "Medium risk ini yang bersangkutan memiliki 3 gejala klinis, sedang untuk high risk memiliki di atas tiga gejala klinis," pungkasnya.

      Menanggapi adanya 1 ODP di wilayah Gayam, Camat Agus Hariyana Panca Putra menegaskan terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayahnya. 

      "Semua upaya yang dilakukan pemerintah ini akan sia-sia jika tidak didukung kesadaran masyarakat. Karena itu kami harapkan semua elemen masyarakat berperan aktif mencegah penyebarannya," harap Agus.(suko) 







      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more