122 Kasus DBD Ditemukan di Bojonegoro, 2 Orang Meninggal

Jum'at, 21 Januari 2022, Dibaca : 662 x Editor : nugroho

joko kuncoro
Kabid P2P Dinkes Bojonegoro Wheny Dyah Prajanti.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sebanyak 112 warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga Januari 2022 terjangkit Demam Berdarah Dangue (DBD). Dari jumlah itu, dua orang di antaranya meninggal dunia akibat terjangkit DBD.

"Per 17 Januari 2022 ini, dua pasien dari total 112 kasus DBD meninggal dunia yaitu berasal dari Kecamatan Kedungadem dan Trucuk,” kata Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinkes Bojonegoro Wheny Dyah Prajanti.

Baca Lainnya :

    Dia mengatakan, ada puskesmas yang memiliki kasus DBD tertinggi. Di antaranya meliputi Puskesmas Kalitidu dan Puskesmas Wisma Indah masing masing sejumlah 15 kasus.

    ”Kemudian Puskesmas Ngasem 13 kasus dan Puskesmas Bojonegoro ada 12 kasus,” jelasnya, Jumat, (21/1/2022).

    Baca Lainnya :

      Melihat kasus DBD yang terbilang tinggi itu, Dinkes Bojonegoro untuk mencegah terjadinya DBD dengan melakukan gerakan satu rumah satu jumantik. Selain itu, juga memberikan edukasi kepada masyarakat, baik melalui siaran melalui radio, siaran keliling hingga melakukan penyuluhan ke desa-desa.

      ”Karena dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan satu satunya cara untuk menghindari gigitan nyamuk. Dan itu harus dilakukan seluruh masyarakat agar terhindar dari DBD,” ungkapnya.

      Dia menuturkan, seluruh warga Bojonegoro harus waspada dengan potensi merebaknya serangan DBD dengan mengoptimalkan 3M, Menguruas, Menutup dan Mengubur. Juga, agar gerakan PSN dilakukan seluruh masyarakat secara serentak.

      "Sebab, PSN harus dilaksanakan dan menjadi  perhatian warga masayarakat. Jika ada gejala segera menghubungi petugas medis terdekat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19,” katanya.(jk)


Show more