17 Warga Alami Pusing dan Mual, Tim Sahabat Pertamina Periksa Kondisi Kesehatan

Senin, 22 November 2021, Dibaca : 349 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Relation PEP Sukowati Field, Angga Aria dan terkait saat mengunjungi warga sekitar Pad B untuk memastikan kondisi kesehatan.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Sebanyak 17 warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikabarkan mengalami pusing dan mual, ditengarai terdampak bau menyengat sumur minyak dan gas bumi (migas) Pad B yang dikelola oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Sukowati Field, Blok Tuban.

Field Manager PEP Sukowati Field, Totok Parafianto mengatakan, Tim Sahabat Pertamina berusaha memastikan kondisi warga masyarakat sekitar dengan terjun langsung disekitar lokasi.

Baca Lainnya :

    "Arah angin menuju RT 1, 2 dan 3. Jadi tim Sahabat Pertamina langsung menuju kesana untuk memastikan kondisi warga, dan melakukan pemeriksaan," kata Totok kepada SuaraBanyuurip.com.

    Dijelaskan, kegiatan perawatan sumur berupa Well Intervention sumur SKW – 30 hari ini Senin (22/11/2021), terdapat gas terjebak dalam liquid atau gas pocket release yang dalam waktu kurang dari 1 menit sudah dapat diatasi dan dilakukan sirkulasi kedalam sistem.

    Baca Lainnya :

      Totok Parafianto menambahkan, bahwa yang terjadi di SKW-30 bukan merupakan gas kick. Tetapi berupa gas pocket release yang keluar dari sumur minyak karena adanya perubahan suhu dan tekanan ketika sumur tersebut dilakukan maintenance.

      Namun sesuai standar operasi dan keselamatan, kata Totok, PEP Sukowati Field tetap melakukan pemantauan gas H2S dan didapatkan nilai 0 (nol) Ppm, yang mana artinya adalah udara dalam keadaan aman.

      "PT Pertamina EP Sukowati Field terus berkordinasi dengan pemerintah setempat, terima kasih atas dukungan dari segenap stakeholders, terutama pemerintah desa yang selalu ada membantu kami baik dalam hal menjalankan operasional maupun program Corporate Social Responsibily (CSR)," tutup Totok.

      Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto mengungkapkan, bahwa dari Tim BPBD telah mendatangi lokasi untuk melakukan assessment dan berkoodinasi dengan pihak Pertamina Pad B dan Kepala Desa Ngampel.

      Diketahui, warga RT 01, 02, 03, RW 01 yang berjumlah sekira 17 orang terganggu atau terdampak oleh bau menyengat mengalami pusing dan mual. Dalam pada itu, Tim BPBD bergerak cepat menangani kebutuhan mendesak berupa masker.

      "Tim BPBD kemudian bergerak cepat membagikan masker kepada warga di sekitar lokasi sumur migas Pad B Sukowati," ujarnya.

      "Kebocoran gas tersebut telah berhasil ditangani Pertamina sekitar pukul 12.45 WIB," imbuhnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more