2021, PNPB Migas Ditarget Rp 75 Triliun

Jum'at, 16 Oktober 2020, Dibaca : 156 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com
TUMPUAN PEMERINTAH : Produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu, capai 220 ribu Bph atau setara 34.980.000 liter.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Pemerintah menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tahun 2021 sebesar Rp298,2 triliun.  Target tersebut berasal dari sumber daya alam minyak dan gas (SDA Migas) sebesar Rp75 triliun, SDA Non Migas Rp 29,1 triliun, Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Rp 26,1 triliun, PNBP Lainnya Rp109,2 triliun, Badan Layanan Umum (BLU) Rp58,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, dalam proyeksi tahun 2021, optimalisasi PNBP Migas sejalan dengan membaiknya proyeksi harga minyak dan pengendalian cost recovery.

Baca Lainnya :

    "Sedangkan PNBP SDA Non Migas dipengaruhi harga dan produksi batu bara yang diprediksi membaik," ujarnya melalui siaran resminya, Jumat (16/10/2020).

    Sementara proyeksi dari PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan dan dividen BUMN turun karena dipengaruhi penurunan laba tahun 2020 akibat Covid-19. 

    Baca Lainnya :

      "Untuk PNBP dari pelayanan Kementerian/Lembaga (K/L) dan BLU di tahun 2021 kami harapkan lebih optimal seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat," tegasnya. 

      Ditambahkan, kebijakan PNPB tahun 2021 ini diarahkan untuk menyempurnakan tata kelola PNBP termasuk sinergi pengawasan. Kemudian untuk mendorong peningkatan iklim investasi sektor hulu migas dan dukungan harga gas agar industri makin kompetitif. Selain itu, meningkatkan kualitas pelayanan yang terjangkau (affordable), ketersediaan (availablilty) dan berkelanjutan (sustainable). 

      "Namun perlu dicatat bahwa proyeksi PNBP juga dipengaruhi oleh penyelesaian regulasi PNBP," pungkasnya.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more