28 Kali Rukyah di Tuban Gagal Lihat Hilal

Sabtu, 18 Agustus 2012, Dibaca : 7877 x Editor : nugroho

Edy Purnomo
MELIHAT BULAN : Tim rukyah hilal Kantor Kemenag Tuban gagal melihat hilal di pelabuhan PT SG di Tuban.


SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Pelabuhan PT Semen Gresik (Persero) Tbk (PT SG) di pantai Jenu, Kabupaten Tuban sepertinya tak layak untuk Rukyatul Hilal (melihat bulan). Terbukti telah 28 kali helat rukyah digelar di pelabuhan itu, tak sekalipun berhasil melihat hilal.

Selain itu disetiap ritual tim rukyah di Tuban juga tak bisa leluasa melihat hilal. Di samping terhalang sejumlah kapal tongkang sarat muatan batu bara untuk kebutuhan industri PT SG, lokasi pelabuhan yang berposisi horisontal dengan laut itu juga dianggap kurang tinggi. Hal itu sangat mempengaruhi akurasi penglihatan, sekalipun menggunakan piranti teropong yang dipinjam dari Dinas PU Pemkab Tuban.

Baca Lainnya :

    “Mestinya dengan jarak bulan dan matahari tujuh derajat hilal bisa dilihat, namun nyatanya kita tidak berhasil melihatnya,” kata Kasdikin, Tim Rukyatul Hilal dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Tuban, usai rukyah di pelabuhan tersebut, Sabtu (18/8/2012) malam.

    Untuk itu, timpal Kepala Kemenag Tuban, Leksono, keputusan lebaran akan mengikuti sidang isbat yang akan dilakukan Kemenag di Jakarta, malam ini. Pihak Kantor Kemenag Tuban menyerahkan sepenuhnya keputusan penetapan hari raya Idhul Fitri kepada pemerintah pusat.

    Baca Lainnya :

      “Kita tunggu saja keputusan sidang isbat, yang pasti kita di Tuban tidak berhasil melihat bulan,” tegas Leksono.

      Sedangkan, H Rahmad, ulama NU dari Tuban menyatakan, dirinya telah 28 kali mengikuti rukyatul hilal di pelabuhan PT SG. Namun, belum pernah berhasil melihat bulan.

      “Hitungan saya ini yang ke 28, semuanya hasilnya nihil. Hilal tak bisa dilihat dari pelabuhan Semen Gresik ini,” kata tokoh masyarakat asal Desa Campurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban ini panjang lebar. “Sudah saatnya mencari lokasi baru untuk prosesi rukyah hilal,” tambahnya.

      “Kita kesulitan mencari lokasi baru untuk melakukan rukyah,” timpal Leksono.

      Pihak Kemenag Tuban telah beberapa kali mencari alternatif lokasi baru. Namun semuanya tak memenuhi syarat. Terakhir dicoba di Tapaan Ngadong, Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Sayangnya lokasi yang berada di puncak bukit kapur Tuban itu, juga tak bisa dilihat karena berbagai sebab.

      “Hasilnya saat dilihat dari Ngandong, matahari sudah tenggelam bulan juga tak terlihat,” katanya seraya menambahkan, karena terhalang pepohonan dan memang lokasinya tak memenuhi syarat untuk kegiatan rukyatul hilal. (edp/tbu)  

       


Show more