33.300 KPP Sudah Tercetak dan Dipegang Pedagang

Kamis, 15 Oktober 2020, Dibaca : 265 x Editor : nugroho

Ilustrasi
Dinas Perdagangan Bojonegoro telah memberikan 33.300 KPP kepada pedagang untuk memperoleh bantuan permodalan.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro -  Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro,  Jawa Timur telah mencetak 33.300 kartu pedagang produktif (KPP) bagi pedagang. KPP untuk pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), salah satunya sebagai bantuan fasilitas permodalan dan sarana prasarana perdagangan.

Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi mengatakan, KPP bertujuan untuk pemberdayaan UMKM. Pemegang kartu, nantinya diberikan fasilitasi akses bantuan permodalan maksimal Rp 25 juta dengan bunga ringan dan tanpa jaminan.

Baca Lainnya :

    "Namun, dalam pembuatan KPP ada persyaratan yang harus dilengkapi. Seperti di antaranya surat keterangan usaha, KTP, dan KK," katanya, Kamis (15/10/2020).

    Dia menjelaskan, tujuan program KPP adalah sebagai upaya pemberdayaan usaha mikro. Seperti melalui pelatihan, pendampingan, bantuan fasilitasi permodalan dan perbaikan sarana prasarana perdagangan.

    Baca Lainnya :

      "Itu dalam rangka penumbuhan iklim usaha, pengembangan usaha, pembiayaan dan kemitraan," katanya ditemui di kantor.

      Sukaemi sapaan akrabnya mengatakan, bunga bantuan permodalan sangat ringan dan tanpa jaminan.Dalam sebulan bunga hanya 0,5 persen saja. Sasaran KPP tersebut yakni perorangan atau badan usaha perorangan.

      "Kalau dalam setahun bunganya hanya 6 persen saja," katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

      Dia menjelaskan, ada empat manfaat kegunaan KPP tersebut. Di antaranya fasilitasi akses permodalan maksimal Rp 25 juta dengan bunga ringan dan tanpa jaminan di  BPR Bank Daerah Bojonegoro, kemudahan akses kemitraan, dan kemudahan pelayanan perijinan usaha.

      "Untuk persyaratan kami permudah. Seperti surat keterangan usaha satu desa cukup satu saja," kata Sukaemi. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more