45.300 Kartu Tani untuk Pembelian Pupuk Bersubsidi Belum Tercetak

Rabu, 16 September 2020, Dibaca : 333 x Editor : nugroho

joko kuncoro
BELUM TERCETAK : 45.300 petani Bojonegoro belum bisa menikmati pupuk bersubsidi karena kartu tani belum tercetak.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sebanyak 45.300 kartu tani untuk pembelian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum  tercetak. Padahal, kartu tani seharusnya sudah bisa digunakan sejak 1 September 2020 lalu. Ketentuan pembelian pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu tani dalam pembelian.

Ketentuan membeli pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani sesuai dengan Keputusan Kementan Dirjen Prasarana dan Sarana, Nomor 491/KPTS/ Sd.320/B.S.2/08/2020, tentang Penagihan dan Penebusan Pupuk Bersubsidi.

Baca Lainnya :

    Kepala Seksi Pupuk dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Tatik Kasiati mengatakan, dari jumlah petani se Bojonegoro 193.614 orang, kartu tani yang tercetak baru 148.281 kartu. Sebanyak 31 ribu kartu sudah teraktivasi.

    ‘’Kartu tani bisa digunakan jika sudah teraktivasi,’’ katanya, Selasa (15/9/2020).

    Baca Lainnya :

      Dia mengatakan, persiapan infrastruktur untuk pelaksanaan pembelian bersubsidi masih proses, mulai dari percetakan kartu tani hingga kesiapan electronic data capture (EDC), yang akan dipasang di setiap kios pupuk.

      ‘’EDC harus aktif, untuk pembelian pupuk. Namun, jika belum mempunyai kartu bisa melakukan penyaluran pupuk secara manual,’’ katanya.

      Titik menjelaskan penyaluran manual bisa dilakukan jika petani sudah memenuhi syarat, diantaranya sudah masuk musim tanam, dilampiri foto lahan yang membutuhkan pupuk,dan harus ada rekomendasi dari Dinas Pertanian Bojonegoro. 

      ‘’Namun, penyaluran pupuk hanya bisa dilakukan hingga 25 September,’’ jelasnya kepada SuaraBanyuurip.com.

      Dia menjelaskan, petani harus terdaftar di rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) 2020. Karena itu, untuk RDKK 2021 semua petani harus masuk kelompok dan masuk RDKK. Karena, jika tidak masuk  tidak dapat pupuk.

      ‘’Selain itu, sebanyak 383 kios di wilayah Bojonegoro tidak bisa melayani. Jadi, petani harus masuk RDKK dahulu,’’ katanya. (jk)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more