50 KK di Desa Sukorejo Masih Terdampak Banjir, Bantuan Mulai Didistribusikan

Sabtu, 23 Januari 2021, Dibaca : 192 x Editor : samian

Joko Kuncoro
BENCANA BANJIR : Warga Sukorejo yang terdampak banjir terima bantuan dari para peduli korban banjir, dan pemdes setempat.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Kiriman air dari wilayah selatan menyebabkan 50 kepala keluarga (KK) di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur, masih terdampak banjir. Ketinggian air masih mencapai lutut orang dewasa, sehingga harus menggunakan perahu dalam mendistribusikan bantuan.

Kepala Desa Sukorejo, Budi Supriyatno mengatakan, masih ada warga yang masih bertahan di rumah yang berdiri di tanah milik Perhutani. Sehingga, dalam mendistribusikan bantuan harus menggunakan perahu. Pendistribusian pun mengalami kesulitan karena ada kayu yang menutupi akses jalan.

Baca Lainnya :

    "Sempat kesulitan, karena ada kayu yang menutupi akses menuju permukiman warga terdampak banjir. Namun, bantuan sudah tersalurkan sebanyak 200 nasi bungkus dan makan tiga kali," katanya, Sabtu (23/1/2021).

    Dia mengatakan, selain bantuan makanan juga bidan desa memantau kesehatan warga dan memberikan obat-obatan. Dalam pendistribusian bantuan meminjam perahu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro dengan dua jalur, salah satunya di depan rumah sakit Muna Anggita. Karena, kondisi air masih tinggi hingga selutut orang dewasa terutama di Rukun Tetangga (RT) 29.

    Baca Lainnya :

      "Untuk sekarang banjir sudah surut, kemungkinan besok sudah tidak ada rumah yang tergenang," kata Budi.

      Budi menuturkan, banjir di tanah milik Perhutani tersebut sudah menjadi langganan setiap tahunnya, akan tetapi warga enggan untuk direlokasi. Pemerintah desa (Pemdes), lanjut dia, sudah menawarkan warga untuk relokasi, namun warga belum mau karena sudah turun-menurun.

      "Solusinya warga harus direlokasi agar tidak terdampak banjir. Namun, jika warga mau untuk direlokasi warga disarankan menggunakan sistem sewa karena menempati tanah kas desa," katanya.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more