508 Rumah di Lamongan Dibedah

Kamis, 19 Juni 2014, Dibaca : 1765 x Editor : nugroho

totok martono
TINJAU : Pejabat Kemenpera dan Bupati Fadeli meninjau salah satu rumah warga yang sudah diperbaiki.


SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan-Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menilai Kabupaten Lamongan tahun lalu sukses melaksanakan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sehingga Kemnepera menaikkan unit rumah yang dibantu tahun ini menjadi 508 rumah dari yang sebelumnya hanya 287 rumah.

Pernyataan tersebut disampaikan Asisten Deputi Evaluasi Perumahan Swadaya pada Kemenpera, Eko D. Hari Poerwanto saat Sosialisasi dan Penyerahan Dana BSPS di Kecamatan Sarirejo, Kamis (19/6/2014). Seusai secara simbolis menyerahkan dana BSPS tahap pertama, Eko D. Hari Poerwanto bersama Bupati Fadeli meninjau sejumlah rumah penerima dana tahun lalu.

Baca Lainnya :

    “Nilai bantuan stimulant Rp 7,5 juta untuk masing-masing unit rumah. Sementara pencairannya dilakukan dalam dua tahap, langsung melalui rekening pemilik rumah penerima bantuan,”

     kata Eko D. Hari Poerwanto.

    Baca Lainnya :

      Pada kesempatan itu, Bupati Fadeli menyampaikan, bantaun tersebut sangat membantu masyarakat Lamongan, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. “Semoga dengan program ini, penerima bantuan bisa memiliki rumah yang tidak hanya layak, namun juga sehat dan bisa memberikan rasa nyaman pada keluarga, “ pesan dia.

      Jika tahun 2014 ini ada 508 unit rumah penerima bantuan, maka total nilai Program BSPS yang digelontorkan Kemenpera di Lamongan  mencapai Rp 3,810 miliar. Sementara sejak tahun 2008 hingga tahun ini, total sudah ada 1.045 unit rumah yang mendapat bantuan.

      Rinciannya, di tahun 2008 ada 100 unit rumah, tahun 2009 sebanyak 50 unit rumah dan tahun 2010 sebanyak 100 rumah. Kemudian di tahun 2013 menerima bantuan untuk 287 unit rumah dan terakhir tahun ini menerima bantuan untuk 508 unit rumah.

      Salah satu penerima bantuan bedah rumah, Suatmi, (63), warga Kelurahan Babat RT 3/RW 13, mengaku merasa terbantu dengan program bedah rumah. “Kalau tidak ada bedah rumah, mungkin sampai mati saya tidak akan bisa memperbaiki rumah, “ ujar janda sebatang kara itu.

      Setiap harinya untuk bertahan hidup nenek ini berjualan rujak di halaman rumahnya. Kini setelah rumahnya diperbaiki dirinya memiliki kios sederhana untuk berjualan rujak. (tok)


Show more