Ademos Sarankan Ada SOP New Normal

Senin, 01 Juni 2020, Dibaca : 335 x Editor : nugroho

ririn wedia
Sekretaris Ademos, Shodiqur Arsyad.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur, sedang menyiapkan konsep kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Banyak masukan yang diberikan elemen masyarakat untuk menyambut kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan publik secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Salah satunya dari Ademos. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berkantor di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, kampung kelahiran Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, itu menyampaikan, new normal bukanlah hukum rimba, survival of the fittest, atau yang kuat yang bertahan. Tapi new normal adalah titik temu kepentingan kesehatan dengan kepentingan-kepentingan lainnya.

Baca Lainnya :

    "Seperti agama, pendidikan, ekonomi, sosial, dan lainnya. Karena semua kepentingan-kepentingan ini saling berkait erat, tak boleh saling menafikan satu sama lain," tegas Sekretaris Ademos, Shodiqur Arsyad, Senin (1/6/2020).

    Menurut Arsyad, biasa disapa, Pemkab Bojonegoro dapat melibatkan banyak mitra untuk menerapkan new normal dalam pengendalian covid-19. Baik institusi keagamaan, pendidikan, pelaku pariwisata, pengelola pasar, dan sebagainya.   

    Baca Lainnya :

      "Harus ada standar operasional prosedur atau SOP new normal, seperti pengisian buku tamu, pengecekan kesehatan santri, siswa, pembeli dan pengunjung," pesannya.

      Sehingga ketika ada gejala yang mengindikasikan seseorang terpapar covid-19, dapat menghubungi institusi terkait untuk mendapatkan tindakan lanjutan. 

      "Dinkes juga akan menjadi pihak yang paling repot nantinya. Sehingga Dinkes perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk desa dengan semisal membentuk program 1 RT 1 tim relawan kesehatan yang mengecek kesehatan warga secara berkala," lanjutnya.

      Tim kesehatan ini dikordinasi oleh bidan desa, kemudian ke atas lagi Puskesmas kemudian ke atas lagi Dinkes/RSUD. Tim tersebut menindaklanjuti saat ditemukan adanya gejala yang mengindikasikan seseorang terpapar Covid-19. 

      "Kalau di pondok ya 1 asrama 1 tim relawan kesehatan. Begitu juga institusi keagamaan lainnya, pendidikan, sosial, pariwisata ekonomi, pasar, " pungkasnya.(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more