ADS Klaim Harga Ekspor Minyak Banyu Urip di Atas ICP

Jum'at, 19 Februari 2021, Dibaca : 296 x Editor : nugroho

dok/sbu
FSO Gagak Rimang yang terapung di tengah Laut Tuban berfungsi menampung minyak Banyu Urip sebelum dikapalkan.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro,  Jawa Timur, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) mengklaim harga minyak mentah Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang diekspor ke Singapura di atas harga rata-rata minyak indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Harga ekspor sebesar USD 45 per barel.

Sementara data yang diperoleh suarabanyurip.com dari laman resmi Ditjen Migas, ICP pada bulan Januari 2021 mencapai US$ 53,17 per barel atau naik sebesar US$ 5,39 per barel dari US$ 47,78 per barel pada Desember 2020. ICP SLC juga naik sebesar US$ 4,94 per barel dari US$ 49,47 per barel menjadi US$ 54,41 per barel. 

Baca Lainnya :

    "Dari harga ada keuntungan sedikit dibanding ICP. Sekitar satu sen barangkali. Harga ini bisa berubah-ubah tergantung harg pasar," ujar Presiden Direktur PT ADS, Lalu M Syahril Majidi usai rapat kerja dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Rabu (17/2/2021).

    Syahril menjelaskan, ekspor minyak Banyu Urip oleh Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu ke Singapura dilakukan sejak November 2020, karena semua kilang minyak di dalam negeri milik Pertamina sudah penuh akibat pandemi Covid-19. 

    Baca Lainnya :

      "Sampai bulan Februari ini ekspor masih berlangsung. Selama Gagak Rimangnya full ya ekspor. Mau ditaruh dimana lagi. Kan produksi minyak tidak bisa dihentikan," terangnya.

      Minyak mentah Banyu Urip yang diekspor BKS Blok Cepu ke Singapura dibeli oleh Pertamina International Marketing and Distribution Pte Ltd (PIMD), anak perusahaan Pertamina. 

      "Ini 100 persen sahamnya dimiliki Pertamina," ucap Syahril. 

      PT ADS memperoleh jatah minyak mentah Banyu Urip sebanyak 1.200.000 barel/tahun. Jumlah ini sesuai porsi 4,5% dari 10% PI Blok Cepu. Sedangkan sisanya dibagi tiga BUMD yakni BUMD Provinsi Jatim (PT. Petrogas Jatim Utama/PJU)  2,2%, BUMD Blora (PT Blora Patragas Hulu/BPH) 2,18 %, dan BUMD Provinsi Jateng (Sarana Patra Hulu Cepu/SPHC)  1,1%. 

      "Itu lifting kita per tahun. Tapi ada bagian negara dan pajak juga yang belum dihitung," pungkasnya. 

      Sebelumnya, Ketua BKS Blok Cepu, Hadi Ismoyo menjelaskan empat BUMD yang tergabung dalam BKS Blok Cepu memilih kerja sama ekspor dengan pertamina dari pada ekspor mandiri. Pertimbangannya, mingingat waktu yang sangat pendek, lebih efesien dan cepet untuk joint sales dengan Pertamina yang mempunyai jumlah cargo lebih besar.

      "Ini yang menjadi dasar pertimbangan kami memilih opsi tersebut," tegas President Director PT. Petrogas Jatim Utama, BUMD Provisin Jatim itu.

      BKS Blok Cepu sejak November hingga Desember 2020 lalu telah mengekspor minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip sebanyak  600 ribu barel atau setara 95.400.000 liter (1 barel = 159 liter).(jk) 

       



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more