Agus Yudianto Rintis Usaha Pembuatan Pigura, Kini Beromset Rp 50 juta

Senin, 15 Februari 2021, Dibaca : 332 x Editor : nugroho

joko kuncoro
KREATIF : Agus Yudianto, warga Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, sedang membuat pigura.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Agus Yudianto memiliki latar belakang santri. Waktu itu ia lulus dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lulus dari pesantren, pada 2015 lalu ia mencoba bekerjasama usaha pembuatan pigura. Berkat ketekunannya, kini omset usaha pembuatan pigura mencapai Rp 50 juta per bulan.

Agus bercerita, ia belajar secara otodidak. Waktu itu, ia bekerjasama dengan temannya, namun Agus kini mengembangkan usaha membuat pigura tersebut di rumah.

Baca Lainnya :

    Bisnis yang dilakoninya dimulai dari pembuatan pigura dengan mesin manual yakni dengan cara dikayuh dengan kaki. Sehingga, usahanya membutuhkan tenaga cukup banyak meski hasil pemotongan bagus. Kini setelah berkembang proses produksi menggunakan mesin karena menghemat tenaga.

    "Perbedaannya hanya pada tenaga, akan tetapi jumlah produksi sama saja," ungkapnya, Senin (15/2/2021).

    Baca Lainnya :

      Dalam pembuatan pigura, menurut dia memiliki tiga tahapan. Pertama proses pemotongan fiber sesuai ukuran pemesanan pigura, kedua perekatan sehingga membentuk persegi, dan ketiga pemasangan kaca dan plastik. Setelah itu, sudah bisa dikirimkan ke pemesan.

      "Kalau untuk pemasaran saat ini masih mendatangi dari rumah ke rumah," kata lelaki asal Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.

      Pembuatan pigura juga sesuai pesanan, akan tetapi setiap hari masih produksi. Meski pandemi Covid-19, kata dia, tetap berproduksi meski pesanan menurun. Biasanya, dalam sehari bisa memproduksi 100 biji pigura jika pesanan banyak dengan dibantu karyawan.

      Dia mengatakan, harga pigura cukup bervariasi sesuai ukuran pemesanan. Yakni, mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 1 juta karena ada juga pigura yang dibuat mahar dan kaligrafi. Hal itu, yang membuat perbedaan harga.

      Selain itu, terbanyak dalam sebulan bisa mencapai 3.000 biji yang dipesan. Pembeli pun hingga luar kabupaten di antaranya Kabupaten Kediri, Ngajuk, dan Blitar bahkan hingga luar Jawa.

      "Kalau omset dalam sebulan mencapai Rp 50 juta," ungkapnya.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more