Ajaran Samin Bojonegoro Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Sabtu, 22 Februari 2020, Dibaca : 1156 x Editor : nugroho

dok/sbu
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah bersama Muspida foto di Tugu Samin Surosentiko usai peresmian.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Ajaran Samin Surosentiko Bojonegoro, Jawa Timur, ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan RI. 

Sertifikat penetapan itu akan diserahkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada sesepuh Samin generasi ke IV, Mbah Harjo Kardi, dalam rangkaian kunjungannya ke Kampung Samin di Dusun Jipang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (23/2/2020) besok. 

Baca Lainnya :

    "Iya benar, besok Ibu Gubernur melakukan kunjungan ke sini," kata Kepala Desa Margomulyo, Nuryanto dikonfirmasi, Sabtu (22/2/2020) malam, sambil mengirimkan foto jadwal agenda kunjungan Gubernur Jatim.

    Dari jadwal agenda yang diterima suarabanyuurip.com, Gubernur Jatim bersama rombongan berangkat dari Surabaya pukul 07.00 Wib, melalui jalan tol Surabaya - Ngawi, dengan jarak tempuh diperkirakan selama 90 menit, sampai lokasi.

    Baca Lainnya :

      Kedatangan Khofifah akan disambut karawitan masyarakat Samin dan shalawatan yang diiringi kesenian oklik.

      Ada sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan mantan Menteri Sosial (Mensos) selama di Kampung Samin. Yakni penyerahan santunan, prosesi pengukuhan keluarga kehormatan Sedulur Sikep oleh sesepuh Samin generasi ke IV, Mbah Harjo Kardi.

      Selain itu, Khofifah akan penyerahan Program Keluarga Harapan  (PKH) plus, bantuan keuangan khusus (BKK) program Jatim Puspa 2020, serta penyerahan bantuan mesin tenun dan alat-alat pertanian.

      Gubernur bersama rombongan juga akan melakukan panen jagung yang ditanam masyarakat Samin di lahan Perhutani KPH Ngawi petak 5. Setelah itu rombongan menuju rumah Mbah Harjo Kardi untuk jagongan sedulur sikep bersama Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, dan dilanjutkan penyerahan gunungan sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang thengul.

      "Kalau untuk PKH di sini ada 500 an warga yang menerima," pungkas Nuryanto.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more