AJI dan Bojonegoro Institute Gelar Diskusi Penguatan Kelompok Perempuan

Senin, 22 November 2021, Dibaca : 238 x Editor : nugroho

joko kuncoro
DISKUSI : AJI dan Bojonegoro Institute bersama pegiat perempuan diskusi penguatan kelompok perempuan.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro dan Bojonegoro Institute (BI) menggelar diskusi dan media briefing penguatan perempuan untuk monitoring partisipatif di sektor kesehatan dan pendidikan. Kegiatan ini untuk mendorong peningkatan pelayanan publik melibatkan perwakilan komunitas perempuan dan Poverty Resource Center Initiative (PRCi).

Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana dari lima rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada November 2021. Dikoordinir oleh Hivos, Program SPEAK (Strengthening Public services through the Empowerment of women-led Advocacy and Social Audit Networks)  telah mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan di Kabupaten Bojonegoro sejak tahun 2019.

Baca Lainnya :

    Sejak akhir 2020 hingga awal tahun 2021, sebanyak 127 perempuan telah meningkat kapasitasnya dalam audit sosial, termasuk salah satunya adalah Komunitas Suara Perempuan Penggerak Komunitas yang terbentuk di awal implementasi Program SPEAK tahun 2018. Hasilnya, 35 perempuan diantaranya dapat melakukan pengawasan secara partisipatif terhadap pelayanan publik khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.

    "Setelah pelatihan audit sosial sebanyak lima kali, kami dari masing-masing angkatan pelatihan melakukan audit sosial pada lima isu prioritas di sektor pendidikan dan kesehatan," kata Pegiat Suara Perempuan Penggerak Komunitas Bojonegoro, Anis Umi Khoirotunnisa.

    Baca Lainnya :

      Menurut Anis, dengan adanya pengawasan partisipatif dari warga, khususnya kelompok perempuan. Harapannya ada perbaikan atas layanan publik yang disediakan oleh Pemerintah Bojonegoro.

      "Untuk isu pendidikan kami melakukan monitoring pada program beasiswa perguruan tinggi dan sekolah ramah difabel. sedangkan untuk isu kesehatan ada tiga program yang kami pantau, yaitu pelaksanaan program penanganan stunting, posyandu lansia dan program terkait kesehatan reproduksi remaja,” ungkapnya.

      Dia menambahkan, bahwa advokasi Program SPEAK tidak hanya menghasilkan ruang partisipasi kelompok perempuan dalam proses perencanaan melalui Musrenbang Perempuan.

      "Tetapi juga melibatkan mereka dalam proses pengawasan dan evaluasi pembangunan melalui audit sosial," tambah Anis.

      Pegiat Bojonegoro Institute, Joko Riyadi, mengatakan kegiatan Audit Sosial merupakan salah satu upaya untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah. Melalui pelatihan audit sosial, kelompok perempuan di Kabupaten Bojonegoro mampu merumuskan masalah, menentukan prioritas masalah hingga menyusun instrumen atau alat untuk melakukan audit sosial secara partisipatif.

      "Kedepannya ketika kelompok perempuan ini menyampaikan aspirasi maupun aduan dapat sesuai dengan fakta dan data yang ada di lapangan," sambung Joko.

      Sementara itu, Budget and Advocacy Officer Program SPEAK Kabupaten Bojonegoro, Lilis Apriliati, menjelaskan proses pelaksanaan audit sosial yang dilakukan melalui Program SPEAK membuktikan bahwa perempuan di Bojonegoro sebenarnya memiliki potensi, keterampilan dan kesadaran tentang permasalahan di Bojonegoro serta jalan keluarnya.

      "Harapannya ruang partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan di Bojonegoro semakin diperkuat, bahkan dibuka seluas-luasnya," tambahnya.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more