Akan Melintas Lagi Alat Pemrosesan Gas JTB Seberat 106 Ton

Minggu, 12 Januari 2020, Dibaca : 809 x Editor : nugroho

dok/sbu
MASIH BERLANJUT : Peralatan pemrosesan gas JTB seberat 106 ton akan melintas Gresik-Lamongan-Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Mobilisasi peralatan pemrosesan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), oleh PT Rekayasa Industri (Rekind), pelaksana proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement and constructions - Gas Processing facility/EPC-GPF), masih menyisakan tiga peralatan dari enam unit. 

Ada tiga peralatan pemrosesan gas JTB yang sudah masuk lokasi proyek di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 7 Desember 2019, dan 10 Januari 2020. Yakni Absorbeber Section 2 dan 3 pada 7 Desember 2019, dan Selexsol Section 2.

Baca Lainnya :

    Absorber Section 2 memiliki berat 98 ton dengan panjang 15 meter, dan berdiameter 4 meter, dan Absorber Section 3 seberat 103 ton, panjang 16 meter, dan berdiameter 4 meter. Sedengakan Selexsol Section 2 seberat 57 ton, panjang 33 meter dan berdiameter 3 meter.

    "Masih ada 3 unit yaitu Selexol # 1, Absorber # 1 dan Absorber # 4," ujar Site Manager PT Rekind, Zaenal Arifin kepada suarabanyuurip.com saat mobilisasi Selexsol Section 2.

    Baca Lainnya :

      Dijelaskan, Absorber Section 1 yang sedang dipersiapkan masuk lokasi seberat 106 ton dengan panjang 15 meter dan berdiameter 4 meter. Kemudian Absorber Section 4 seberat 100 ton, panjang 17 meter dan berdiameter 4 meter, serta Selexsol Section 1 seberat 91 ton, panjang 34 meter dan berdiameter 4 meter.

      Mobilisasi peralatan gas JTB akan melintasi tiga kabupaten yakni Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro. Dengan pengawalan Satuan Lalu-lintas dari tiga polres.

      "Mobilisasi akan kita laksanakan lagi pada 13 sampai 28 Januari ini," tegas pria lulusan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) itu.

      Peralatan pemrosesan gas JTB ini lebih berat dibanding peralatan pengolahan minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang pernah diangkut PT Tripatra pada 6 Maret 2013 silam.

      Absorber JTB memiliki berat 113,25 ton, atau jika ditambah berat kendaraan pengangkut totalnya mencapai 180 ton. Sedangkan berat total peralatan pengolahan minyak Banyu Urip dan armadanya yang pernah diangkut PT Tripatra hanya 130 ton.   

      "Panjang Absorber awalnya 60 meter, kemudian kita potong menjadi beberapa bagian untuk memudahkan mobilisasi," pungkas Zaenal.

      Fasilitas pemrosesan gas JTB memiliki kapasitas produksi sales gas sebesar 192 juta standart kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD). Target onstream pada 2021. 

      Total cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF). Produksi gas akan berlangsung selama 25 tahun. Gas nantinya akan dialirkan melalui Pipa transmisi Gresik-Semarang, untuk memenuhi kebutuhan 19 sektor industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Termasuk industri tekstil, ban, baja, keramik, serta makanan dan minuman.

      "Proyek JTB akan memberikan multiplier effect atau efek pengganda  dalam mengatasi defisit pasokan gas di tanah air," ujar Direktur Pertamina EP Cepu, Jamsaton Nababan melalui siaran pers yang diterima suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.(suko) 


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more