Aliansi Pita Merah Bojonegoro Akan Turun Jalan

Peringati Hari AIDS Sedunia

Sabtu, 21 November 2015, Dibaca : 1556 x Editor : nugroho

dok/sbu
RAPAT : Aliansi Pita Merah Bojonegoro bersama sejumlah lembaga rapat persiapan Hari AIDS Sedunia.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada Selasa, 1 Desember 2015 mendatang, menjadi perhatian khusus Aliansi Pita Merah Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka akan mengajak sejumlah unsur menggelar beberapa kegiatan untuk mengkampanyekan pencegahan dan mengurangi penyebaran virus mematikan tersebut.

Sejumlah lembaga yang digandeng dari Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM), Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dan Palang Merah Indonesia (PMI), perwakilan Kange-Yune dan Sahabat Inspirasi (SI) Kabupaten Bojonegoro.

Baca Lainnya :

    Selain itu ada juga kampus kesehatan di Kota Ledre di antaranya STIKES ICSADA, AKBID Pemkab, Stikes Muhammadiyah dan Akes Rajekwesi. Juga Klub mobil Jimny Kabupaten Bojonegoro dan simpatisan lainnya.

    Pada peringatan Hari AIDS Sedunia itu mereka akan turun jalan untuk membagikan selebaran dan souvenir kepada para pengguna jalan di beberapa titik yang sudah ditentukan, pada Selasa (1/12/2015). Kemudian kegiatan aksi solidaritas pada Minggu (6/12/2015).

    Baca Lainnya :

      Ketua Aliansi Pita Merah Bojonegoro, M. Yazid menjelaskan, tujuan diadakannya peringatan Hari AIDS Sedunia ini untuk mencegah dan mengurangi penularan HIV. Serta meningkatkan kualitas hidup ODHA dan juga mengurangi dampak sosial maupun ekonomi akibat HIV/AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat.

      “Acara ini baru pertama kali dilaksanakan di Bojonegoro. Ini kita lakukan karena jumlah penderita AIDS di sini setiap tahunnya terus meningkat,” kata dia usai menggelar rapat pembahasan kegiatan di kantor Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Jum'at (20/11/2015). Sesuai data di Dinas Kesehatan Bojonegoro, jumlah kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) selama empat tahun terakhir mulai 2011 sampai 2015 terus meningkat. Yakni pada tahun 2011 sebanyak 64 kasus, tahun 2012 sebanyak 85 kasus, tahun 2013 sebanyak 126 kasus dan tahun 2014 sebanyak 132 kasus, dan tahun 2015 hingga Oktober lalu sebanyak 145 kasus.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more