Amdal Kilang Tuban Dikonsultasikan ke Publik

Senin, 06 Juli 2020, Dibaca : 305 x Editor : teguh

Suarabanyuurip.com/ist
AMDAL : Dokumen Amdal Kilang Tuban mulai dikonsultasikan ke publik. Saat pembukaan konsultasi di Pemkab Tuban.


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

 

Tuban – Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) di wilayah Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mulai dikonsultasikan ke publik. Studi Amdal tersebut berisi proyek pembangunan dan pengoperasian kilang yang dikerjakan perusahaan patungan, Pertamina dan Rosneft dari negeri Rusia.

Baca Lainnya :

    Dokumen Amdal kilang dengan teknologi termodern di jagad ini merupakan kali kedua. Sebelumnya Amdal telah selesai dikerjakan pada tahun 2017, karena ada perubahan lokasi akibat protes warga saat pembebasan lahan, sehingga dokumen vital tersebut direvisi hingga Amdal perubahan mulai dikonsultasikan kepada publik lagi.

    Konsultasi publik kali ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Dr Budi Wiyana, di ruang RH Ronggolawe Tuban di kompleks Pemkab Tuban, Senin (06/07/2020). Tampak hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Camat Jenu Moch Maftuchin Riza didampingi jajaran Forpimka Jenu, Kepala Desa dan tokoh masyarakat dari desa terdampak Desa Wadung, Kaliuntu, Sumurgeneng, Mentoso, dan Desa Rawasan.    

    Baca Lainnya :

      Sekda Budi Wiyana menyatakan, konsultasi publik menjadi salah satu tahapan pembangunan kilang minyak GRR. Prosesi ini memegang peranan yang cukup besar, sekaligus menjadi wahana bagi stakeholder terkait untuk menyampaikan saran, dan masukan terkait proyek pembangunan kilang minyak di Jenu.

      Disusunnya dokumen Amdal, tambah Budi Wiyana,  untuk mengidentifikasi dampak lintas sektor dari pembangunan kilang. Mulai dari tahapan pembangunan, produksi hingga pasca proyek selesai. Dokumen yang tersusun juga sebagai acuan penyusun pengelolaan, dan pemantauan atas sejumlah dampak yang teridentifikasi.

      Menurut birokrat ramah asal Nganjuk ini, pembangunan kilang minyak perlu dukungan dan sinergi dari semua pihak. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, Pertamina, maupun masyarakat sekitar.

      “Karenanya diperlukan manajemen yang baik agar berjalan sesuai rencana,” ungkap mantan Kepala Bappeda Tuban tersebut sebagaimana rilis dari Media Centre Pemkab Tuban yang diterima Suarabanyuurip.com tadi sore.

      Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tuban itu menjelaskan,  operasional kilang akan membawa pertumbuhan ekonomi siginifikan wilayah, utamanya bagi warga desa sekitar kilang. Pembangunan kilang minyak juga mampu menciptakan multiplier efek, mulai dari munculnya industri baru, wirausaha, serta menyerap tenaga kerja lokal.

      Budi Wiyana menekankan, perwakilan masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terlibat dalam konsultasi publik, menjadi representasi masyarakat terdampak. Mereka bukan lagi atas nama personal masing-masing.

      “Karenanya harus melakukan komunikasi lanjutan kepada stakeholder, untuk meminimalisir kesalahpahaman,” tegas Budi Wiyana.

      Sedangkan Project Coordinator GRR Tuban dari Pertamina, Kadek Ambara Jaya, mengatakan,  penyusunan dokumen Amdal sebagai cikal bakal pembangunan kilang minyak di Jenu. Pembangunan kilang ini menjadi proyek strategis nasional dalam mewujudkan  ketahanan dan kemandirian energi, serta meningkatkan produksi BBM dan non-BBM.

      Selain berorientasi pada kemandirian energi, proyek kilang minyak akan melahirkan sejumlah industri hilir dan usaha pendukung lainnya di Tuban, khususnya di kecamatan Jenu. Pembangunan kilang minyak ini akan menyerap kurang lebih 27.000 tenaga kerja saat kontruksi proyek, dan 2.500 tenaga kerja ketika beroperasi. 

      Kilang minyak yang ditargetkan beroperasi pada 2024 memiliki luas mencapai 1.050 hektar dengan rincian 821 hektar lahan darat. Sisa kebutuhan lahan dengan cara mereklamasi laut.

      “Saat ini proses pembayaran pembebasan terus dilakukan, dukungan dari semua stakeholder akan mempercepat proses pembangunannya,” ujar Kadek. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more