Anna-Anwar Tandatangani Kontrak Jam'iyah NU

Pemilukada Tuban

Minggu, 20 September 2020, Dibaca : 222 x Editor : teguh

Suarabanyuurip.com/ist
Cabup dan Cawabup Tuban Khozanah Hidayati dan Muhammad Anwar teken Kontrak Jam'iyah NU.


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban –  Cabup dan Cawabup Tuban dari PKB, Khozanah Hidayati dan Mohammad Anwar, menandatangani kontrak jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) di Aula Yayasan Bahrul Huda Jalan Letda Sucipto Tuban, Minggu (20/09/2020).

Kontrak politik tersebut diteken dihadapan Rais Syuriah PCNU Tuban, KH Cholilurrahman dan Ketua Tanfidziyah, KH  Musta’in Syukur. Tampak pula menyaksikan prosesi itu Ketua PWNU Jawa Timur KH  Marzuki Mustamar.

Baca Lainnya :

    Pakta integritas terhadap NU kian mengukuhkan pasangan Anggota DPRD Jatim dan mantan Ketua DPC Partai Demokrat Tuban itu, mendapat dukungan penuh dari PCNU Tuban. Terlebih prosesinya juga dilakukan di depan jajaran Banom NU Tuban, Lembaga Lajnah PCNU serta Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU se-Kabupaten Tuban.

    Komitmen tersebut  berisikan sembilan  pokok yang akan dipakai Cabup-Cawabup. Diantaranya, meneruskan program-program pemerintahan sebelumnya.

    Baca Lainnya :

      “Beberapa minggu yang lalu, ditempat yang sama ini, Pak Huda dan Pak Noor (Bupati dan WabupTuban) sudah mengembalikan mandat kontrak jamiyah warga Nahdliyin Tuban pada kita (PCNU), saat ini, Mbak Ana dan Pak Anwar sebagai kader NU kita minta untuk menandatangani kontrak itu,“ kata  KH Mustain Syukur.

      Beberapa poin isi dari kontrak jamiyah diantaranya, akan membangun kokohnya ukhuwah Insaniyah, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan juga ukhuwah Nahdliyah, serta hal-hal yang bisa mengancam keutuhan NKRI dan kesatuan ummat, dengan sistematis dihindarkan.

      Senantiasa menciptakan suasana masyarakat yang rukun, aman dan damai. Menjauhkan Kabupaten Tuban dari faham-faham radikal, baik berbasis agama, sosial, budaya dan ekonomi.

      Akan berupaya meningkatkan kesejahteraan umat, secara berkesinambungan dengan melakukan pembinaan-pembinaan, dan pengembangan potensi daerah. Program itu dilakukan secara maksimal dengan memprioritaskan warga dan pengusaha daerah.

      Memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, lembaga pendidikan, baik berbasis agama, seperti pesantren, madrasah, TPQ dan juga pendidikan umum. Mereka harus diberikan porsi yang sama besar.

      Tagline “Tuban Bumi Wali” tetap dipertahan sebagai spirit dalam membangun Kabupaten Tuban. Implimentasi dari tagline itu adalah terciptanya masyarakat yang relegius. Kegiatan-kegiatan yang menjurus tereduksinya nilai-nilai religiusitas di Tuban, secara sistematis dihilangkan.

      Demi menjaga marwah Jam’iyah dan jamaah, saat menjadi bupati-wakil bupati akan menjauhkan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dari lingkaran pemerintahan Kabupaten Tuban.

      Dalam rilis dari Media Centre pasangan Anna-Anwar (Aman) yang diterima Suarabanyuutip.com  hari Minggu sore itu, komitmen terakhir adalah asas profesionalisme akan menjadi acuan dalam memilih dan mengangkat pejabat-pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Tuban.

      “Hampir 10 tahun merubah image Kabupaten Tuban menjadi seperti saat ini tidaklah mudah, oleh karena itu, kami berharap Bupati dan Wakil Bupati terpilih nanti meneruskan dari program-program yang sudah berjalan dan melakukan inovasi baru untuk kesejahteran masyarakat tuban,” pesan Mustasyar PCNU Tuban KH Fathul Huda yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Tuban.

      Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, berpesan tidak melarang adanya beda pilihan, akan tetapi ia berharap siapapun yang terpilih haruslah mengutamakan kepentingan umat, khsusnya warga NU. Apalagi di Kabupaten Tuban mayoritas warganya adalah  Nahdliyin.

      Sedangkan Khozanah Hidayati menyatakan,  kontrak Jamiyah dan arahan dari para kiai adalah bagian dari visi-misi pemerintahan ke depan jika terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati Tuban.

      “Kami berdua sebagai kader NU, Kontrak Jamiyah itu secara otomatis menjadi program kerja dan visi-misi kami kedepan, tentunya kami juga akan mengajak bersama serta merangkul elemen masyarakat lain di luar warga Nahdliyin,” kata Cabup Anna yang diusung oleh PKB, dan didukung oleh Partai Nasdem, Partai Gelora Indonesia, Partai Hanura, dan Partai Perindo. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more