APD RSUD Sosodoro Djatikusmo Minim

Senin, 23 Maret 2020, Dibaca : 236 x Editor : samian

SuaraBanyauurip.com/samian
RSUD Sosodoro Djatikusmo Bojonegoro, masih minim APD dalam penanganan jika terdapat pesien corona.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Kondisi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Ada sebanyak 26 status Orang Dalam Pengawasan (ODP) Virus Corona oleh Dinas Kesehatan setempat.

Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikusmo, Thomas Djaja, mengungkapkan, jika kondisi tenaga medis di RSUD Bojonegoro mau tidak mau harus siap menghadapi pasien yang terkena Corona.

Baca Lainnya :

    "Padahal, Alat Pelindung Diri (APD) kita sangat minim," ungkapnya, Senin (23/3/2020).

    Menurutnya, tenaga medis sekarang ini  membutuhkan tambahan vitamin dan APD yang mumpuni. Karena, masker yang digunakan belum sesuai standart.

    Baca Lainnya :

      Sehingga, jika harus menangani pasien Corona kemungkinan besar yang menjadi korban pertama kalinya adalah tenaga kesehatan. Mengingat, sudah banyak korban jiwa dari tenaga kesehatan yang meninggal setelah merawat pasien Corona.

      "Kita sekarang menangani pasien setiap hari, hanya menggunakan baju apa adanya. Masker juga masker yang biasa. Belum standard," tandasnya.

      Selain itu, di RSUD Bojonegoro hanya tersedia satu ruang untuk ruang isolasi bagi pasien Corona meskipun masih bisa menambah ruang isolasi kembali jika diketahui pasien Corona jumlahnya banyak.

      "Ruangan isolasi kita hanya mampu menampung maksimal enam orang," tegasnya.

      Pihaknya berharap, tidak ada kasus pasien Corona yang dirawat di RSUD Sosodoro Djatikusmo Bojonegoro. Selain kondisi tenaga medis dinilai kurang maksimal, kondisi mereka sendiri menjadi ancaman jiwa jika standart APD dan kesehatan belum terpenuhi.

      "Mana ini perhatiannya untuk kita para tenaga kesehatan?," tegasnya.

      Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengungkapkan, saat ini tahap yang dilakukan Pemkab Bojonegoro masih tahap pencegahan.

      Dari segi medis, Pemkab Bojonegoro mengaku sudah mengusulkan agar ada penambahan APD bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

      Namun, menurutnya distributor penyedia APD yang dihubungi Pemkab Bojonegoro belum mampu menyediakan barangnya.

      "Pemkab berharap ada penambahan APD, Pemkab sudah mau membeli tetapi distributor tidak ada barangnya. Kemungkinan besok baru ada stok," pungkasnya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more