Atasi Krisis Air Bangun Sumur Bor

Sabtu, 05 Oktober 2013, Dibaca : 3222 x Editor : nugroho

totok martono
SUMUR BOR : Pemdes Tanggungan bersama warga berinisiatif membuat sumur untuk mengatasi krisis air bersih di wilayahnya.


SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Kekeringan yang mendera puluhan desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur telah mengakibatkan krisis air bersih.  Untuk mengantisipasi sulitnya air bersih, warga di Desa Tanggungan, Kecamatan Pucuk, membuat sumur bor baru.

Pembuatan sumur bor ini dilakukan karena tower yang menampung dua tandon air bersih tidak bisa lagi mengandalkan serapan air bor dibawah tanah karena sumber airnya mengering. Padahal tower air itu selama ini menjadi satu-satunya tumpuan warga Tanggungang untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Baca Lainnya :

    “Warga pada mengeluh karena pasokan air tidak bisa lancar mas. Ini dikarenakan dua tandon air kering," kata Kepala Desa (Kades) Tanggungan, Yaskun kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (5/10/2013).

    Tower air tersebut merupakan sumber air himpunan penduduk pemakai Air Minum (Hippam). Air dari tower itu disalurkan ke 430 kepala keluarga (KK) di Desa Tanggungan. 

    Baca Lainnya :

      Namun sejak debit air yang menjadi sumber tower itu menyusut, air yang disalurkan ke warga tidak bisa lancar. Akibatnya warga mulai mengalami krisis air bersih.

      “Agar tidak terjadi gejolak, akhirnya dibuat sumur bor baru didekat boran lama," sergah Yaskun, menjelaskan.

      Sumur bor baru tersebut berkedalaman sekira 10 meter. Pembuatan sumur bor dan kelengkapan alat itu menelan biaya sekira Rp15 juta.

      “Dananya sementara hutang kanan kiri dulu mas," tandas Yaskun.

      Sementara itu, warga di Desa  Sukoanyar dan Sukorejo, Kecamatan Turi sejak dua bulan terakhir harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan air bersih. Karena air sumur kering, warga harus membeli air bersih yang dijajakan ke desa mereka dengan dinaikkan gerobak.

      Harga untuk satu jurigen berisi 30 liter air senilai Rp 1500. Air bersih ini digunakan untuk kebutuhan air minum dan memasak. Sedang untuk kebutuhan mandi warga mengambil dari rawa yang kondisinya juga mulai mengering.

      “Untuk beli air bersih rata-rata satu keluarga harus mengeluarkan biaya minimal Rp30  ribu perminggu mas," kata Kades Sukorejo, Romaji ditemui SuaraBanyuurip.com di rumahnya.(tok)


Show more