Bahayakan Pengguna Jalan Minta Dibangun Pembatas Jalur JTB

Sabtu, 01 September 2018, Dibaca : 766 x Editor : nugroho

ririn wedia
HEARING : Plt. Camat Gayam memberikan masukan kepada PEPC saat hearing dengan Komisi A DPRD Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Keberadaan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar operasi. Salah satunya peningkatan infrastruktur jalan dengan membangun pembatas di Bbahu jalan mulai Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu hingga Dusun Gledekan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Ini penting sekali. Salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan salah satunya karena sepanjang jalur itu belum ada bahu jalan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gayam, Sahari mengikuti hearing bersama operator Unitisasi Lapangan JTB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), dan kontraktornya beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya :

    Diungkapkan, sejak tahun 2017 silam, telah mengingatkan PEPC untuk membangun bahu jalan di sepanjang jalur utama menuju proyek JTB. 

    "Dulu, pertama kali PT Pembangunan Perumahan beroperasi sudah pernah rapat bersama terkait jalan yang akan dilalui kendaraan proyek," tuturnya. 

    Baca Lainnya :

      Namun, hingga PT PP selesai mengerjakan proyek sipil JTB, dan kini dilanjutkan  PT Rekayasa Industri, hasil rapat tersebut belum ada tindak lanjut sama sekali.

      "Hanya dihotmic, belum ada bahu jalannya," ucap mantan Kepala Bidang Pemuda Olahraga Dinas Pendidikan Bojonegoro itu.

      Kondisi ini, lanjut Sahari, membuat pengguna jalan sering kecelakaan. Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga kendaraan proyek kerap tergelincir keluar jalur.

      Jika bahu jalan ini tidak segera dibangun, pihaknya khawatir pada puncak konstruksi akan memperparah kondisi jalan dan membahayakan masyarakat karena jumlah kendaraan proyek akan bertambah banyak hingga ratusan tiap harinya.

      "Kalau ingin proyek ini sukses, tolonglah akses jalannya diperbaiki dulu," tandasnya. 

      Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito, meminta PEPC dan kontraktornya untuk memperhatikan hal tersebut. Tidak hanya melakukan tambal sulam, tapi dengan perbaikan maksimal. 

      "Mungkin masukan-masukan seperti ini bisa jadi pertimbangan PEPC dan kontraktornya untuk memberi kontribusi positif bagi masyarakat," tandasnya.

      Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Public Goverment  Affairs and Manager PEPC, Kunadi, belum memberikan tanggapan terkait hal itu. Pesan pendek yang dikirimkan suarabanyuurip.com belum ada balasan.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more