Bandara Ngloram Percepat Operasi

Senin, 29 Juni 2020, Dibaca : 258 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Kepala Satuan Pelayanan Bandara Ngloram, Abdul Rozzaq.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan percepatan operasi di tananan normal baru (new normal) masa pandemi covid19. Fasilitas yang ada dioptimalkan untuk pelayanan penerbangan. 

"Tahun 2020 ini kami targetkan ada penerbangan komersial dengan jenis pesawat ATR 72," kata Kepala Satuan Pelayanan Bandara Ngloram, Abdul Rozzaq kepada suarabanyuurip.com, Senin (29/6/2020).

Baca Lainnya :

    Pihaknya akan proaktif melakukan komunikasi dengan sejumlah penerbangan di Indonesia untuk menawarkan layanan penerbangan di Bandara Ngloram. Dengan rute penerbangan Ngloram - Halim Perdana Kusuma maupun Ngloram - Balikpapan. Tergantung market dari perusahaan penerbangan.

    "Ada dua airlines yang rencananya bakal melakukan survey," ujarnya. 

    Baca Lainnya :

      Dijelaskan akselerasi menjadi pilihan supaya bandara kebanggaan masyarakat di Bumi Arya Penangsang-sebutan Kabupaten Blora- itu segera beroperasi tahun ini.

      "Jika tidak segera dilakukan, maka akan kembali tertunda," tegasnya. 

      Sejumlah pekerjaan pembangunan Bandara Ngloram harus tertunda karena adanya refokusing anggaran ntuk penanganan Covid-19. Terutama pembangunan terminal pemberangkatan tahap 1 dan pembangunan jalan masuk menuju Bandara. 

      "Pembebasan lahan untuk jalan masuk dari Pemprov Jawa Tengah, tempat parkir kendaraan dan tempat ibadah, terpaksa ditunda karena tidak ada lahan. Anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19," jelasnya.

      Pekerjaan perpanjangan landasan Bandara Ngloram dengan lebar 30 meter dan panjang 300 meter juga terdampak pandemi Covid-19. Semula diakukan dengan penganggaran tahun tunggal, sekarang ini berjalan dengan anggaran tahun jamak. 

      "Anggarannya sekira Rp11miliar. Sekarang baru ada sekira Rp6 M. Sisanya akan dibayarkan tahun berikutnya," tutur Rozzaq. 

      Begitu juga dengan terminal belum bisa dibangun. Sehingga fasilitas direksi keet bekas proyek pembangunan dilakukan perbaikan untuk dijadikan terminal temporer.  

      "Kami berusaha memaksimalkan fasilitas yang ada ini," tandasnya.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more