Baru Dikenalkan, Rasa Pedas Desa Sambongrejo Tembus Jawa Tengah

Selasa, 16 November 2021, Dibaca : 267 x Editor : nugroho

ist
POTENSI LOKAL : Sambal uleg varian sambal abang menjadi keunikan sambal khas Desa Sambongrejo mulai diminati warga luar daerah.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Menjadi desa yang mempunyai visi sebagai Desa Wisata dan Budaya, masa pandemi menjadi kendala utama bagi Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Praktis aktivitas wisata harus berhenti. Itulah kenapa kami memilih untuk mulai merintis sektor turunannya," kata Ramon Pareno, selaku Direktur BUMDes Kerto Romo Raharjo yang dipercaya Pemdes Sambongrejo sebagai operator wisata.

Baca Lainnya :

    Salah satunya adalah penggalian potensi lokal guna menghasilkan Produk Unggulan Desa.

    "Dari penggalian potensi itulah kami menciptakan suvenir berbasis ke arifan lokal," tambahnya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (16/11/2021).

    Baca Lainnya :

      Salah satunya adalah Sambel Uleg varian Sambel Abang dalam kemasan.

      "Ini bentuk suvenir yang unik, karena resepnya dari warga setempat kemudian kami kemas agar diterima di pasaran," tambahnya.

      Selain rasanya, keunikan sambal khas Desa Sambongrejo ini adalah fungsinya. Dimana sambal ini sangat multifungsi, bisa jadi cocolan ataupun sebagai campuran bumbu masak pedas.

      Meskipun belum secara resmi diluncurkan sebagai Produk Unggulan Desa (Prudes) Sambongrejo, ternyata sambel khas ini sudah diminati oleh konsumen.

      "Baru dikenalkan sudah masuk pesanan, diantaranya dari wilayah Kecamatan Kota hingga dari Kota Solo," pungkasnya.

      Sementara itu, Arief Yulistiyo selaku Ketua Lembaga Adat Desa menyebutkan bahwa salah satu ke khas an kuliner Desa Sambongrejo adalah rasa pedasnya yang bikin kapok tapi membuat ketagihan.

      "Jadi sangat layak kalau rasa khas ini menjadi produk unggulan desa, selain tentunya karena potensi bahan bakunya melimpah," tambahnya.

      Diharapkan nantinya, produksinya bakal menggunakan basis rumahan. Sementara pihak BUMDes hanya akan memgemas dan memasarkan keluar desa.

      "Apalagi bila suvenir sambal ini bisa nampang di toko-toko, minimal mengenalkan budaya kuliner dari desa kami," pungkas Arief.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more