BBS Belum dapat Kepastian Alokasi dan Harga Gas Banyu Urip

Selasa, 19 Januari 2021, Dibaca : 498 x Editor : nugroho

bangsaonline.com
BELUM ADA KEPASTIAN : Gss ikutan dari lapangan minyak Banyu Urip yang dibidik PT BBS untuk diolah bersama Pertagas.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), hingga sekarang belum memperoleh kepastian alokasi dan harga gas ikutan (flare gas) Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu dari Kementerian ESDM. Sebelumnya, perusahaan plat merah ini menargetkan akan mendapat penetapan alokasi dan harga gas akhir Oktober 2020.

Direktur Utama PT BBS, Thomas Gunawan menyampaikan belum ada keputusan penetapan alokasi dan harga gas ikutan Lapangan Banyu Urip yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Baca Lainnya :

    "Masih ada isue teknis dan komersial yang harus didiskusikan dengan SKK Migas dan EMCL," ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Minggu (17/1/2021) lalu.

    Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih belum memberikan komentar ketika ditanya perkembangan penetapan alokasi dan harga gas ikutan lapangan Banyu Urip. Namun, sebelumnya ia menyatakan, jika masih dilakukan pembahasan detail untuk mengetahui siapa pembeli gas, pemanfaatannya hingga harganya.

    Baca Lainnya :

      "Sehingga ketika diajukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seluruh proses sudah clear," tegasnya.

      Menurut Susana, pembahasan detail ini menjadi hal penting yang akan disampaikan kepada Menteri ESDM ketika minta persetujuan alokasi. 

      "Karena nanti yang memutuskan alokasi dan harga gasnya Pak Menteri," tegasnya. 

      Pengolahan gas ini menjadi peluang bisnis baru BBS. Sebab, lapangan minyak Banyu Urip akan mengalami kelebihan gas sebesar 10 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) pada awal 2022. Dengan jangka waktu delapan tahun.

      Karena itulah PT BBS mengajukan penawaran pembelian 5 MMSCFD. Gas tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan perumahan, perhotelan, resto, dan rumah sakit. Sedangkan sisanya akan dipasarkan untuk industri di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

      PT BBS juga telah menandatangani kerja sama dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk membangunan fasilitas pemrosesan gas bersama dan pemasaran. Karena Pertagas juga sama-sama mengajukan penawaran pembelian gas dari Lapangan Banyu Urip.

      Sekarang ini BBS-Pertagas sedang menyeleksi beberapa kontraktor yang akan membangun fasilitas tersebut. Fasilitas pemroses gas ditarget selesai paling lambat akhir 2021 dan produksi 2022.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more