Belajar Otodidak, Ira Kini Kuasai Banyak Lagu Campursari

Selasa, 09 Februari 2021, Dibaca : 1249 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com
Belajar Otodidak, Ira Kini Kuasai Banyak Lagu Campursari


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sejak kecil Septira Anggun Adinda sudah menyukai lagu tradisional Jawa. Saat itu, ia sering bernyanyi di rumah diiringi musik tradisional. Ia terbilang otodidak, tanpa ada pendidikan atau pelatihan khusus. Namun berkat ketekunannya belajar, kini sudah menguasai tujuh lagu tradisional Jawa.

Ira, begitu ia disapa, sudah terlihat bakatnya semenjak kelas 5 sekolah dasar (SD). Waktu itu, ia ditawari mengikuti lomba langgam campursari tombo ati di tingkat kecamatan hingga Kabupaten Bojonegoro pada 2015 lalu. Meskipun, pada saat lomba peserta rata-rata sudah belajar di sanggar, namun ia bisa mendapatkan juara satu.

Baca Lainnya :

    "Peserta ada juga yang dari mahasiswa. Kalau yang ngelatih sih ngga ada. Tapi, waktu karaoke di rumah kurang gimana gitu, pasti yang suka benerin ibu sama bapak," katanya, Senin (8/2/2021) kemarin.

    Dia mengatakan, setelah menjadi juara akhirnya dijadikan bintang tamu di tujuh kecamatan di Bojonegoro seperti Kecamatan Dander, Kasiman, dan Kapas. Ira memang menyukai budaya Jawa, terutama dalam bernyanyi tradisional. Ia beralasan jarang ada kaum muda yang suka lagu-lagu tradisional.

    Baca Lainnya :

      "Karena tidak semua orang bisa lagu tradisional. Dan saya emang kadang suka hal-hal dari budaya Jawa aja gitu," kata perempuan asal Desa/Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.

      Kini, sudah ada tujuh lagu tradisional telah Ira kuasai di antaranya ngidam sari, wuyung, caping gunung, dadi ati, resepsi, pamit mulih, dan gubuk asmoro. Meski lagu tradisional yang ia kuasai baru sedikit, namun setiap satu lagu diusahakan cengkok harus benar dahulu.

      Namun, Ira juga pernah mengalami kesulitan saat bernyanyi lagu tradisional. Yakni, pada saat nada tinggi harus mengatur napas agar pas dengan lirik lagu. Namun, ia juga masih belajar baik sebelum tampil maupun ketika bernyanyi di atas panggung.

      "Kalau keahlian khusus dalam bernyanyi tradisional tidak harus dimiliki. Namun, pertama pastinya punya modal suara dulu. Tapi, bedanya, kalau nyanyi tradisonal kebanyakan nafasnya harus panjang soalnya pakek suara dalam," ungkapnya.

      Dalam bernyanyi lagu tradisional, Ira juga mendapat dukungan dari keluarga, guru, bahkan lembaga sekolahnya. Akan tetapi, ia lebih sering disuruh menyanyi genre pop ketika berada di sekolah.

      "Kalau temen-temen sebenernya suka aja. Tapi, kadang pasti ada yang ketawa seakan aneh gitu," kata perempuan asal SMKN Sekar itu.

      Dia menjelaskan, bahkan, ada yang bilang seperti orang tua, namun ia sering menjawab sebagai orang Jawa, harus melestarikan budaya Jawa. Sehingga, tidak ada yang aneh jika memperkenalkan budaya Jawa kepada yang lain.

      "Hingga sekarang campursari yang pernah ngajak itu wahyu iromo. Jadi, sudah pernah tampil dari panggung ke panggung," katanya.(jk)


Show more