Belajarlah Sampai Ke Negeri Copet

Kamis, 24 Desember 2020, Dibaca : 183 x Editor : nugroho

Ist
Murtadho


                       Oleh : Murtadho

Sruput kopinya dulu...!!!

Matahari belum begitu terang sinarnya, kurir surat kabar nasional membawakan berita seorang anggota dewan menilai kinerja aparat desa tidak bisa bekerja terkait setoran pajak yang kurang dari target, sebagai hukumannya aparat desa dipastikan tidak mendapat gajian, karena syarat mengambil gaji adalah bukti setoran pajak sesuai dengan kuota yang tetapkan sebelumnya.

Baca Lainnya :

    Aparat desa sudah berupaya agar mencapai kuota, namun apa daya kondisi di lapangan tidak cukup membuat anggota dewan menerima alasan itu. Penyebabnya anggota dewan mendapat banyak keluhan, bahwa wajib pajak sebenarnya sudah menyetorkan tanggung jawabnya kepada aparat desa, namun setoran lebih banyak dialihkan untuk kepentingan pribadi. Alhasil aparat desa yang tidak terlibat, secara otomatis ikut terdampak.

    Seperti ungkapan siapa yang menunjuk orang lain, sejatinya demikian juga perilaku yang menunjuk, artinya masalah tersebut seharusnya tidak harus diumbar diwilayah publik. Karena publik sendiri sudah mafhum akan perilaku seperti diatas. Sebagai sesama pemangku kebijakan, bicaralah secara internal, mengapa harus saling serang dihadapan warganya sendiri sebagai wajib pajak ? sudahkah terfikirkan dampaknya, siapa yang bertanggung jawab akibat ribut seperti itu kepercayaan wajib pajak kepada petugas pajak akan semakin menurun?.

    Baca Lainnya :

      Orang bijak mengatakan jangan berhenti belajar, pada siapa saja asal makin membuat dewasa dalam bersikap dan lebih solutif bukan provokatif.

      Adalah negeri copet, system kerjanya sangat rapi dan disiplin, mulai dari raja copet sampai petugas copet diakar rumput. Mereka selalu percaya kinerja bawahannya, karena semua hasil copetan terpantau secara systematis. Kalo terjadi kesalahan dalam menjalankan aksi copetnya, maka raja copet akan segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menyelesaikan secara adat istiadat negeri copet.

      Bahkan kalau ada warga yang mengadu kecopetan, maka solusinya cukup mendatangi pengepul hasil copetan. Pasti barangnya akan kembali lagi dengan mengganti sedikit ongkos administrasi, kalaupun dikembalikan dengan tanpa syarat, maka cukup kenali raja copetnya.

      Sebagai penutup sengkarut pungutan pajak, tidak ada salahnya studytour ke negeri copet.

      Sruput lagi kopinya .... !!!

      Penulis adalah : Warga Bojonegoro - 352215xxxxxx0002

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more