Berstatus Tersangka, Staf Ahli Bupati Sempat Ikuti Apel Pagi

Rabu, 25 September 2019, Dibaca : 1834 x Editor : rozaqy

Ahmad Sampurno
Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan Dan Politik, Winoto memberi keterangan ke media


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wahyu Agustini, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng), dalam kasus korupsi pada program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) tahun 2017 dan 2018, Selasa (24/9/2019) kemarin. Pemerintah Kabupatan Blora, serahkan sepenuhnya dan mempercayakan kepada proses hukum.

Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan itu, sempat masuk kantor dan mengikuti apel pagi, pada Rabu (25/9/2019) ini. Setelah itu tidak diketahui.

Baca Lainnya :

    "Pagi masih apel pagi bersama kami. Setalah itu tidak diketahui perginya," ujar Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan Dan Politik, Winoto di ruang staf Ahli.

    Sebagaimana diketahui, tempat kerja Staf Ahli Bupati berada dalam satu ruangan. Hanya dipisahkan oleh sekat antara meja kerja.

    Baca Lainnya :

      "Kalau keluarnya tidak tahu. Keluarnya duluan saya, sekira pukul 07.30 WIB," katanya.

      Pihaknya juga mengaku, jika rekan satu ruangannya itu menjadi tersangka kasus korupsi.

      "Iya sudah dengar kemarin," ungkap mantan Kepala Dinas Pendidikan ini.

      Memang benar, saat sejumlah wartawan mendatangi ruangan  Staf Ahli Bupati, tersangka kasus tersebut tidak berada di tempat. Hanya Winoto sendiri yang berada dalam ruangan itu.

      Kabag Humas Setda Blora, Mulyowati, juga mengaku melihat saat Wahyu Agustini mengikuti apel pagi. Semula, Kabag Humas sempat menghindari wartawan saat hendak dimintai keterangan.

      "Yang jelas tadi pagi ada. Karena saya ada kegiatan lain, jadi kami tidak tahu perginya (Wahyu Agustini)," ungkapnya.

      Dirinya mengaku juga sudah mengetahui terkait penetapan tersangka itu. Dimungkinkan bupati juga sudah mengetahuinya.

      "Mungkin sudah tahu ya," ujarnya kepada sejumlah awak media.

      Terpisah, Sekda Blora Komang Gede Irawadi dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman, saat dikonfirmasi, kompak menyerahkan kasus tersebut pada proses hukum.

      "Kita hormari proses hukum yang ada," ujar Wakil Bupati Blora Arief Rohman.

      Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana menyampaikan, Wahyu Agustini, berperan sebagai inisiator dalam mengumpulkan dan menggunakan dana diluar keperluan program Upsus Siwab.

      “Infonya digunakan untuk kepentingan perjalanan, selebihnya untuk kepentingan pribadi, diluar kepentingan upsus siwab,” tandasnya.

      Ketut menyebutkan, timnya masih diterjunkan untuk mendalami kasus ini. Sementara, Atas kasus tersebut tersangka dikenakan pasal 12, 11 undang- undang tindak pidana korupsi.

      Diketaui sebelumnya, sebanyak 70 pegawai di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora dipanggil Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng), sebagai saksi. Mereka diperiksa langsung oleh jaksa dari Kejati Jateng di Kantor Kejari Blora.

      Pernah diberitakan, sebanyak 15 tim dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penggeledahan di Dinas Peternakan dan Perikanan pada Rabu (4/9/2019). Hasilnya Tim berhasil mengamankan dua dus dan dua koper dokumen dari dinas terkait. Selain itu berhasil mengamankan CCTV dan handphone.

       

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more