Bojonegoro Anggarkan Infrastruktur Pendidikan Rp42,908 Miliar

Senin, 17 Februari 2020, Dibaca : 335 x Editor : nugroho

dok/sbu
SD RUSAK : Pemkab Bojonegoro tahun 2020 menganggarkan infrastruktur pendidikan sebasar Rp42,908 Miliar.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada tahun 2020 ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya. Jika tahun 2019 lalu, pagu anggarannya sebesar Rp 25.506.811.450, tahun ini meningkat menjadi Rp 42.908.945.804. 

Anggaran Rp 42.908.945.804 tersebut untuk rehabilitasi dan pembangunan gedung PAUD/TK, SD/MI, dan SMP/MTs.

Baca Lainnya :

    Data di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Bojonegoro, pembangunan gedung PAUD/TK tahun 2020 ini sebanyak 7 paket dengan pagu sebesar Rp 2.335.535.300;  pembangunan SDN ada 21 paket senilai Rp 10.065.876.304,51; MI terdiri 4 paket Rp3.078.350.950; rehabilitasi SDN sebanyak 26 paket Rp 19.250.411.600; dan rehabilitasi MI terdiri 2 paket Rp946.889.300.

    Kemudian pembangunan SMPN sebanyak 1 paket Rp 2.262.498.000; dan pembangunan MTs sebanyak 8 paket dengan pagu Rp 4.969.384.350.

    Baca Lainnya :

      Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemkab Bojonegoro, Erna Zulaikah, mengatakan, dari paket pekerjaan tersebut sekarang ini sebagian sudah mulai proses lelang di unit layanan pengadaan (ULP). 

      "Yang sudah dalam proses, insya Allah bulan April pekerjaan dimulai," ujar Erna dilansir dari kanalbojonegoro.com.

      Sebelumnya, pada 2019, Pemkab Bojonegoro juga telah melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi gedung PAUD/TK, SDN/MI, dan SMP/MTS. Rinciannya, pembangunan PAUD/TK sebanyak 1 paket dengan pagu anggaran Rp363.209.000; rehabilitasi TK/PAUD 3 peket Rp 699.317.500; pembangunan SDN ada 63 paket Rp15.316.963.510; rehabilitasi SDN 10 paket Rp 7.136.059.550; rehabilitasi MI 1 paket Rp178.000.000; dan pembangunan SMPN ada 5 paket dengan pagu anggaran Rp1.813.261.890.

      Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Bojonegoro, Suyanto menambahkan, pembangunan dan rehabilitasi gedung SMP ada yang bersumber dari APBD Bojonegoro dan bantuan pemerintah pusat. Untuk APBD 2020 ini, ada 31 SMP yang akan dilakukan rehabilitasi, 11 diantaranya dari pokok pikiran (Pokir) DPRD. 

      Jumlah tersebut, kata Suyanto, di luar dari pembangunan dan rehabilitasi yang dilaksanakan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Bojonegoro.

      "Untuk bantuan yang dari pusat kita masih menunggu datanya yang direkomendasi. Kalau yang di Dinas PU Cipta Karya kita nggak tahu berapa jumlahnya," sambungnya. 

      Menurut dia, sekarang ini terdapat hampir 49 lembaga SMP yang perlu mendapat perbaikan.   

      "Tapi yang segera itu kurang lebih di data ada 215 ruang kelas," ungkapnya. 

      Ditambahkan, untuk tahun 2019 lalu, ada 32 gedung SMP yang dilakukan perbaikan. Rata-rata satu lembaga mendapatkan rehabilitasi dua sampai tiga ruang kelas.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more