Bojonegoro Keluarkan Instruksi Bersama Cegah Corona

Sabtu, 21 Maret 2020, Dibaca : 409 x Editor : nugroho

Ist/kodim 0813
RAKOR : Bupati Anna Muawanah pimpin rakor untuk memaksimalkan pencegahan penyebaran virus corona di Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Dalam rangka memaksimalkan pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, membentuk Gugus Tugas.

"Pemkab Bojonegoro tegas untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Kita sepakat membentuk Gugus Tugas Kecamatan, dan Gugus Tugas Berbasis Desa," ujar Bupati Bojonegoro, Anna Muawana dalam Rapat Koordinasi (Rakor), Sabtu (21/03/2020). 

Baca Lainnya :

    Dijelaskan, Gugus Tugas Kecamatan terdiri Danramil, Kapolsek, Camat, Kepala Puskesmas, Naib, Linmas, PKH dan Tagana. Sedangkan Gugus Tugas Berbasis Desa terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Sekcam, Kepala Desa beserta perangkat desa, Kepala Dusun dan Ketua RT. 

    "Gugus Tugas ini dibentuk untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Serta memantau dan mencegah aktivitas-aktivitas yang berpotensi menyebarkan virus," paparnya.

    Baca Lainnya :

      Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Bambang Hariyanto, mengharapkan dengan dibentuknya Gugus Tugas Kecamatan dan Gugus Tugas Berbasis Desa ini dapat bekerja secara maksimal. Tentu harus didukung oleh semuanya, kesadaran masyarakat untuk bersama-sama berupaya mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 menjadi kunci utama. 

      "Jangan panik tetapi waspada. Harus mengindahkan dan melaksanakan imbauan pemerintah," pesan Dandim. 

      Selain dibentuknya Gugus Tugas, dalam rakor ini juga diterbitkan Instruksi Bersama, sebagai upaya yang memberikan ketegasan bahwa semua bersatu bersama melakukan pencegahan wabah corona di Bojonegoro.

      Instruksi bersama itu ditandatangani oleh Bupati Anna Muawanah, Kapolres Bojonegoro AKBP. Budi Hendrawan, dan Dandim 0813 Letkol Inf Bambang Hariyanto, tertanggal 21 Maret 2020.(suko) 

      Berikut 5 point Isntruksi Bersama :

      1. Meniadakan terjadinya pengumpulan masa dalam jumlah banyak baik untuk kegiatan keagamaan, hajatan dan kegiatan masyarakat lainnya. 

      2. Membatasi operasional pusat perbelanjaan dan tempat usaha lainnya (warung, toko, cafe) sampai dengan pukul 22.00 WIB sudah tutup, serta mengatur mekanisme berbelanja dan antrian sesuai dengan protokol pencegahan dan penanganan Covid-19. 

      3. Kegiatan usaha pariwisata milik Pemerintah Kabupaten untuk ditutup.

      4. Membatasi usaha pariwisata/hiburan yang dikelola oleh swasta untuk dibatasi jam usahanya paling lambat sampai dengan pukul 22.00 WIB.

      5. Pengelola usaha dan fasilitas umum harus menjaga kebersihan dan menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer dan masker.



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more