Budiono Beberkan Penyebab Tingginya Pengangguran di Daerah Migas

Selasa, 19 Mei 2020, Dibaca : 426 x Editor : nugroho

ririn wedia
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim, Budiono.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Keberadaan industri migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bukan jaminan bisa memberikan pekerjaan bagi warga setempat. Masih banyak peluang usaha yang bisa dikerjakan tanpa harus bergantung pada industri ekstraktif.

Menurut Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Budiono, sekarang ini peluang untuk warga Bojonegoro yang menganggur karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak mewabahnya virus corona atau Covid-19 adalah padat karya oleh Pemkab Bojonegoro. 

Baca Lainnya :

    "Pemkab Bojonegoro harus punya terobosan seperti padat karya," tegas Politisi Partai Gerindra itu usai buka bersama jurnalis di salah satu restaurant, Senin (18/5/2020) kemarin.

    Budiono melihat masih tingginya pengangguran di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bojonegoro, sebagian besar disumbang dari daerah sekitar tambang migas. Kondisi itu disebabkan perilaku pemuda yang terlena dengan kekayaan dari hasil penjualan sawah dan tanah milik orang tuanya pada saat pembebasan lahan untuk kepentingan proyek migas. 

    Baca Lainnya :

      Selain itu mereka terlalu gengsi jika bekerja selain di sektor migas. Padahal di proyek migas bekerja sebagai kuli atau tenaga kasar.

      "Misalnya mantan pekerja migas, ini mau kerja lainnya nampak gengsi. Mau berwirausaha itu susah, sudah dimanja dengan kekayaan orang tuanya juga," imbuh pria yang menjabat di Komisi E itu. 

      Oleh karena itu, Budiono berharap agar semua pemuda Bojonegoro bangkit dan berwirausaha agar tidak bergantung pada proyek migas. 

      "Jangan bergantung migas, dan jangan gengsi hanya karena pernah bekerja di industri migas," tandasnya.

      Pemkab Bojonegoro, tambah dia, harus mampu menciptakan peluang usaha lain agar pemuda tidak terjebak di sektor migas. Karena industri hanya berlangsung sementara.

      "Misalnya industri kreatif ataupun usaha lainya yang bisa berlansung terus menerus," saran politisi asal Kecamatan Trucuk yang pernah menjadi Anggota DPRD Bojonegoro itu.

      Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Agus Suprianto, menyampaikan  jumlah pengangguran di Bojonegoro masih cukup tinggi, sekalipun ada penurunan. Tahun 2018 sebanyak 22.818 orang, dan 2019 ada 23.818 orang.

      "Apalagi sekarang ada yang pulang kampung karena di PHK disebabkan wabah virus Ccorona. Pasti jumlah pengangguran meningkat," sambungnya.

      Agus menjelaskan jika selama ini telah berupaya menekan angka pengangguran. Selain ada pembukaan lowongan pekerjaan di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), juga pekerjaan dari proyek milik Pemkab Bojonegoro dari APBD.  

      "Kita terus upayakan menekan angka pengangguran," pungkasnya.(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more