BUMD Blora Targetkan PAD 1 M

Kamis, 01 Agustus 2013, Dibaca : 2040 x Editor : nugraha

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - PT. Blora Patra Energi (BPE) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BMUD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah menargetkan dapat menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1 milyar tahun ini dari pengelolan sumur tua.

Saat ini ijin yang dipegang BPE untuk mengelola sumur tua sebanyak 36 titik. Dari sumur itu ada beberapa sumur yang kondisinya tidak menghasilkan minyak ketika dieksplorasi, sedangkan sumur yang lain sudah berproduksi minyak mentah.

"Dari 36 titik sumur itu sebanyak 11 sumur  yang telah beirizin sudah dikerjakan sejak tahun 2012 dan  untuk 4 titik saja yang bisa menghasilkan minyak. Sedangkan 7 titik tak kunjung hasilkan minyak. Dan dari 4 sumur itu mampu  menghasilkan PAD senilai 250 juta," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPE, Christian Prasetya, mengungkapkan.

Christian mengaku sudah melayangkan ijin hak pakai lahan sumur tua yang ada di lahan milik perhutani sejak tahun 2012 lalu. Namun baru diawal tahun 2013 ijin tersebut turun.

"Kementerian Kehutanan telah menyetujui penggunaan kawasan hutan untuk pengelolaan 25 sumur tua di Blora," kata dia.

Hal itu sesuai surat persetujuan nomor S.65/Menhut-VII/ 2013 tertanggal 1 Pebruari 2013 yang diterima BPE. Dengan turunya surat itu, saat iini 25 titik sumur itu sedang dalam tahap persiapan hingga proses produksi. Dari hasil pemetaan ada beberapa sumur lagi yang bisa menghasilkan minyak.

"Kita harapkan ada 15 titik sumur tua lagi yang bisa beroperasional dan menghasilkan minyak yang cukup," tagasnya.

Christian menargetkan, jika ada 15 sumur tua lagi yang diproduksi dengan hasil dan cadangan minyak yang signifikan tentu akan lebih besar lagi PAD yang bisa disumbangkan ke Blora.

"Kita berani  menargetkan yang disumbangkan ke  PAD sebesar Rp. 1 milyar ditahun ini. Dengan catatan 15 sumur itu hasilnya bagus," tandas dia.

Dalam pengelolaan sumur tua ini BPE menggandeng 4 investor. Dua diantaranya dari Jakarta yakni PT Borneo dan PT Sky Star serta dua kelompok penambang tradisional dari masyarakat setempat.(ali)


Tidak ada komentar
Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more