BUMDes Ring 1 Gas JTB Sukses Budidaya Ayam Petelor, Sehari Raup Omset Rp3,2 Juta

Minggu, 12 Januari 2020, Dibaca : 1077 x Editor : nugroho

dok/sbu
BERKEMBANG PESAT : Seorang pekerja sedang memanen telor di kandang milik BUMDes Bandungrejo.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Budidaya ayam petelor yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Rejo, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan cukup pesat. Dalam sehari omset yang diraup mencapai RpRp3.200.000, dengan kakulasi harga 1 Kg telor Rp20.0000.

"Tahun 2019 kemarin produksi telor kita sudah 160 Kilogram setiap harinya. Itu dari 4.500 ayam," ujar Ketua BUMDes Makmur Rejo, Nyamirin, kepada suarabanyuurip.com, belum lama ini.

Baca Lainnya :

    Pendapatan tersebut belum dipotong biaya operasional. Seperti pakan, obat-obatan, dan biaya lainnya.

    Produksi telor yang dihasilkan selama ini untuk memenuhi kebutuhan pasar di desa sekitar. Selain dibeli pedagang, juga untuk kebutuhan program keluarga harapan (PKH).

    Baca Lainnya :

      "Sebenarnya produksi kita masih kurang  untuk memenuhi kebutuhan pasar," ucapnya. 

      Oleh karena itu pada tahun 2020 ini, lanjut Nyamirin, pihaknya akan mengembangan usaha tersebut. Yakni menambah bangunan kandang dan menambah ayam, serta mengganti ayam yang sudah tidak produktif karena sudah berumur 1,5 tahun. 

      Pembangunan kandang yang sedang dikerjakan berukuran 4×15 meter, dan menambah 400 ekor ayam. 

      "Pengembangan ini dari bantuan Pemkab Bojonegoro sebesar 100 juta," tegasnya.

      BUMDes di desa ring satu proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) itu mulai budidaya ayam petelor awal 2018 silam, dengan jumlah 1.5000 ayam. Mulai produksi 5 Juni 2018, sebanyak 60 Kg.

      Pertama kali BUMDes Makmur Rejo mendapat suntikan modal dari Pemerintah Desa (Pemdes) sebesar Rp20 juta, dan Operator Lapangan Gas JTB, Pertamina EP Cepu Rp296.106.428. Sehingga totalnya Rp 316.106.428.

      Modal tersebut kemudian dibelikan ayam petelor sebanyak 1.500 ekor, pembuatan dua kandang, pembelian pakan, obat-obatan dan kebutuhan lainnya. Terhitung  

      “Untuk lahan seluas 2.450 meter persegi yang kita gunakan ini merupakan tanah kas desa,” pungkas pria kelahiran 1975 itu.

      Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro, Juwono Prawiro menambahkan, bantuan Rp 100 juta tersebut untuk penguatan dan pengembangan BUMDes yang memiliki usaha ekonomi produktif, wisata, dan pertanian.

      "Tahun 2019 kemarin, dari target 100 ada 93 BUMDes yang kita beri bantuan," sambungnya. (suko)
       

       

       



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more