Bupati Anna Sampaikan Strategi Kebijakan Bojonegoro di Forum Penanggulangan Covid-19

Rabu, 20 Mei 2020, Dibaca : 315 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro - Bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu'awanah menyampaikan strategi Kebijakan Daerah pada forum webinar bertema "Kendali Penanganan Covid 19 Milik Pusat atau Daerah?" di Pendopo Malowopati, Rabu (20/5/2020). 

Acara tersebut terselenggara atas inisiasi Komnas HAM  berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil CISDI (Center For Indonesia's Strategic Development Initiatives). 

Baca Lainnya :

    Beberapa tokoh sebagai pembicara diantaranya : Beka Ulung Hapsara (Komisioner HAM), Diah Saminarsih ( Senior Adviser On Gender And Youth WHO), Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), Nihayatul Wafiroh (Wakil Ketua Komisi IX DPR RI), Anna Mu'awanah (Bupati Bojonegoro), Akmel Taher (Anggota Tim Pakar Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19), Robert Na Endi Jaweng ( Direktur Eksekutif Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah), dan Budi Setyarso (Pimred Koran Tempo). 

    Di forum virtual Pendopo Malowopati Bojonegoro, Bupati Anna menjelaskan, sejumlah kebijakan Pemerintah pusat dan Daerah untuk memutus mata rantai Covid-19. Yakni desentralisasi penanganan Covid 19 berbasis Desa hingga RT, sosialisasi serta mempersiapkan Tim Gugus Tugas Tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa, memperkuat azas kegotong-royongan dalam lapisan masyarakat desa. 

    Baca Lainnya :

      "Oleh sebab itu, kami  menyiapkan shelter di tiap desa sebagai tempat isolasi agar warga yang datang dari luar daerah bisa melakukan karantina diri," ujarnya. 

      Menurut Bupati Anna, Bojonegoro belum perlu melakukan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena saat ini sudah memperketat jam malam untuk mengurai tingkat kerumunan baik di Kota maupun Desa.

      "Kami juga melakukan tracking dan rapid test kepada pedagang-pedagang pasar tradisional, melakukan social control di daerah zona merah," tandasnya.

      Bupati wanita pertama Bojonegoro itu mengungkapkan, jika sekarang ini Pemkab bisa melakukan tes swab sendiri di RSUD Bojonegoro.

      "Kita juga terus menerus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjalankan protokol Covid 19 di setiap aktifitas," lanjutnya. 

      Sementara itu, Diah Saminarsih, Senior Adviser On Gender And Youth WHO, mengaku, jika di Swiss melakukan langkah tegas bagi masyarakatnya dalam menerapkan Lock down.

      "Kita di sini tidak boleh keluar rumah sejak Mei hingga 27 April lalu. Namun sekarang secara bertahap, Pemerintah mulai melonggarkan kebijakan itu," imbuhnya. 

      Diungkapkan, jika kebijakan lock down di negara yang terkenal dengan Pegunungan Alpen ini dibarengi dengan jaminan kesejahteraan masyarakatnya. 

      "Semua kebutuhan hidup selama satu bulan itu dijamin pemerintah," imbuhnya. 

      Menurut wanita berhijab ini, tidak semua negara bisa menerapkan aturan yang sama. Sehingga, perlu kesepakatan bersama baik Kepala Begara atau Presiden hingga pemerintahan di bawahnya dalam memerangi Pandemi Covid-19. 

      "Yang jelas, harus ada pembatasan sosial antara satu dengan lainnya. Jaga jarak dan menggunakan masker merupakan langkah efektif memutus penyebaran virus Covid-19," tandasnya.(adv/rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more