Bupati Tuban Prihatin Kemampuan Jembatan Tak Terdeteksi

bupati tuban cek lokasi

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda prihatin dengan insiden ambruknya jembatan lama penghubung Widang-Babat yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia. Dia juga mempertanyakan kenapa kemampuan jembatan yang dibangun sekitar tahun 1983 ini tidak terdeteksi lebih awal.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini,” ujar Bupati Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com, saat melihat evakuasi tiga truk dan satu motor yang jatuh di Sungai Bengawan Solo, Selasa (17/4/2018).

Informasi yang diterima Bupati, di bulan November 2017 lalu Satlantas Polres Tuban sudah memberikan peringatan adanya kelainan di satu titik. Semestinya kalau ada kerusakan di satu titik, harus dicek secara kesuluruhan.

Atas kejadian ini, Bupati dua periode ini meminta semua pihak terkait instropeksi dan evaluasi. Apakah jembatan yang berusia sekitar 30 tahun lebih ini, masih mampu menopang arus kendaraan dari arah Surabaya.

“Semoga keluarga keluarga korban diberi ketabahan atas insiden ini,” terangnya.

Selain itu, dikarenakan jembatan ini wewenangnya pusat membuat daerah tak bisa apa-apa. Baru setelah ambruk, Pemkab Tuban akan menelusuri seberapa kuat jembatan penghubung Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro ini.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Pimpin Upacara Detik-detik Proklamasi di Alun-alun

Langkah selanjutnya, Bupati akan meminta pusat untuk segera memperbaiki jembatan Cincim II sebelum puasa. Jika terlambat pasti terjadi kemacetan luar biasa di Jalan Nasional ini.

“Kami minta Pemerintah Pusat segera mengkroscek semuanya,” harapnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *