Cabor Bola Tangan Harumkan Bojonegoro

Sabtu, 13 Februari 2021, Dibaca : 292 x Editor : samian

Arifin Jauhari
FOTO BERSAMA : Sejumlah atlet cabor bola tangan menunjukkan medali yang diraih bersama para pelatih.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Bola tangan atau Handball adalah cabang olahraga (cabor) yang relatif baru dikenal di Bojonegoro, Jawa Timur. Bahkan kepengurusan cabang olahraga ini baru terbentuk pertengahan 2016 silam. Namun, prestasi yang berhasil diukir sudah mampu mengharumkan kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) terbesar di Indonesia ini.

Sekretaris Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Bojonegoro, Mahendra Kusuma, mengungkapkan, ABTI baru tercatat di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro pada 2017, setelah menjadi juara tiga dalam Kejuaraan Daerah Bola Tangan se Provinsi Jawa Timur.

Baca Lainnya :

    Sebagai olahraga yang baru dikenal, menurut pria yang akrab disapa Hendra ini, tentu banyak kendala dalam mengembangkan dan meraih prestasi dalam cabor ini. Mulai dari pencarian bibit atlet berbakat, dana pembinaan atlet sampai pada sarana dan prasarana latihan yang dibutuhkan.

    Kendala bukan penghalang bagi ayah satu putri yang juga menjadikan renang sebagai salah satu hobinya, selain melatih dan membina langsung klub bola tangan di bawah naungan kepengurusannya. Terbukti dengan dipersembahkannya dua medali emas dari satu tim putra dan satu tim putri yang dilatihnya mewakili Kabupaten Bojonegoro.

    Baca Lainnya :

      "Tahun 2019 yang lalu, tim bola tangan kami berhasil mengawinkan dua medali emas dari tim putra dan putri sebagai cabor eksebisi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di Tuban," ungkap Hendra, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (13/02/2021).

      Pandemi COVID-19 yang belum berakhir, kata Hendra, menambah daftar kendala dalam pengembangan olahraga yang terdiri dari tujuh pemain tersebut. Permainan olahraga dua babak durasi 30 menit tiap babak ini terpukul mundur dari kegiatan rutin latihannya.

      "Untuk menjaga semangat berlatih dan stamina atlet tetap terpelihara, kami ajak anak-anak tim untuk membuat video kegiatan latihan mandiri yang mereka lakukan," ujar pelatih sekaligus Guru Olahraga Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Dander ini.

      Dikatakan, Porprov pada 2022 yang akan datang telah mencantumkan Bola Tangan sebagai cabor yang resmi dipertandingkan. Emas menjadi target yang harus diraih, mempertahankan prestasi yang berhasil ditorehkan saat eksebisi.

      "Kami sadar, tantangan akan menjadi lebih berat, karena jumlah peserta dari tim-tim kabupaten juga bertambah, tapi saya kira dengan kerjasama tim yang kompak, dan disiplin tinggi dalam berlatih nantinya, target emas Insya Allah bisa kita raih," ujarnya optimis.

      Dalam catatan Hendra, ada tiga klub yang aktif berlatih sebelum pandemi. Yakni klub Sekolah Menengah Atas (SMA) 4, SMA Sumberejo, dan klub SMKN 1 Bojonegoro.

      Terpisah, atlet anggota tim putri Bola Tangan Bojonegoro Siti Nurmayanti mengaku, Bola Tangan adalah olahraga yang mengasyikkan, dengan pergerakan cepat dan intens. Dibutuhkan kecepatan tinggi dalam mengambil keputusan saat memainkan strategi.

      "Olahraganya asyik kok, mirip futsal, tapi pakai tangan. Bonusnya, bisa jaga kebugaran dan saya punya banyak kawan," ujar dara asal Kecamatan Sumberejo ini.

      Sebelum pandemi, gadis yang biasa disapa Maya ini rutin berlatih ke lapangan futsal Hawaii. Sebab sampai hari ini Bola Tangan yang telah membuktikan kemampuan prestasinya untuk Bojonegoro ini belum mempunyai lapangan sendiri sesuai aturan main dalam olahraga tersebut.

      "Mudah-mudahan bola tangan ada yang support untuk membuatkan lapangannya, jadi bisa berlatih sesuai ukuran aslinya," pungkasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more