Cegah Covid-19, SKK Migas - KKKS Terapkan Kebijakan Bekerja dari Rumah

Minggu, 22 Maret 2020, Dibaca : 411 x Editor : nugroho

Ist/SKK Migas
TETEP JAGA ENERGI : Pekerja Migas tetap menjaga energi Indonesia di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - SKK Migas menyadari bahwa pencegahan penyebaran virus korona atau yang dikenal dengan Covid-19 membutuhkan keikutsertaan semua pihak, dan setiap warga Negara. SKK Migas menyatakan keprihatinan terhadap bencana non alam yang setiap hari memakan korban yang semakin banyak ini. Karenanya SKK Migas secara aktif turut melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 tersebut.

Salah satu usaha yang dilakukan SKK Migas - KKKS adalah menerapkan kebijakan pemanfaatan tehnologi untuk kordinasi pekerjaan, penerapan social distancing (jaga jarak) dan kebijakan untuk bekerja dari rumah (work from home) untuk semua pekerja tanpa terkecuali.  

Baca Lainnya :

    “Pemanfaatan Tehnologi merupakan salah satu cara, agar kita dapat bekerja dengan baik dan Industri ini tetap terjaga,” ujar Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi Skk Migas, Susana Kurniasih melalui siaran pers yang diterima suarabanyuurip.com, Minggu (22/3/2020).

    Upaya tersebut adalah bagian dari kepedulian SKK Migas terhadap usaha tiap warga Negara untuk memutus rantai penyebaran vCovid-19. Langkah ini juga merupakan upaya mendukung kebijakan pemerintah yang sudah dengan sekuat tenaga menyembuhkan saudara-saudara kita yang terjangkit, termasuk untuk menjaga agar industri hulu migas tetap berjalan dengan baik. 

    Baca Lainnya :

      "Kami menjamin tetap optimalnya kerja institusi maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya. Kebijakan work from home tetap mengoptimalkan agenda-agenda kerja yang bisa dilakukan. Rapat-rapat tetap diselenggarakan dengan memanfaatkan teknologi Informasi seperti video conference," tutur Susana.

      Komitmen kepada pihak ketiga tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan dilakukan “on desk”, secara daring, tanpa seremonial. Pelaksanaan komitmen ini juga termasuk komitmen pembayaran kepada pihak penyedia, sesuai kesepakatan dalam kontrak.

      Dalam upaya ini juga segala perjalanan dinas SKK Migas baik dengan tujuan di dalam negeri maupun ke luar negeri dibatalkan. Seluruh pekerja dan keluarganya diminta tidak keluar rumah. 

      "Kebijakan ini efektif diberlakukan mulai Sabtu 20 Maret hingga waktu yang akan diputuskan oleh pemerintah," tegasnya.

      SKK Migas mengajak segenap elemen bangsa untuk membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 ini dan mengobati yang sakit. 

      "Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ekses pemberlakuan kebijakan ini," pungkasnya.

      Juru Bicara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexy Mawardijaya menyatakan telah melakukan tindakan untuk mendukung usaha pemerintah meminimalisir virus corona, termasuk memberikan informasi terkini dan panduan kepada para pekerja. 

      Selain itu, memeriksa temperatur pekerja dan pengunjung, serta melakukan pembatasan rencana perjalanan bisnis.  

      "Lain daripada itu, kami tengah melakukan uji coba kebijakan bekerja di rumah," ujar Rexy.

      Ditegaskan, operasi EMCL di Lapangan Minyak Banyu Urip berjalan normal dengan terus memperhatikan aspek keselamatan dan reliabilitas operasi.

      "Fokus kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan dari para pekerja serta turut menjalankan peran kami dalam membantu mengurangi penyebaran virus corona di masyarakat," pungkas Rexy.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more