Daging Mahal Pedagang Bakso Kelimpungan

Kamis, 22 November 2012, Dibaca : 2329 x Editor : teguh

Totok Martono
KELIMPUNGAN : Pedagang baksu di Lamongan kelimpungan setelah harga daging naik hingga 50 persen.


SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan-Melonjaknya harga daging di pasaran membuat para pedagang bakso kelimpungan. Berbagai siasat dilakukan agar bisa tetap berjualan agar tidak sampai rugi.
   
Beberapa pedagang bakso di Lamongan kepada Banyuurip mengaku,  sangat terpukul dengan naiknya harga daging sapi. Selain kenaikannya begitu drastis hingga 50 persen, hingga kini belum ada tanda-tanda harga daging kembali normal.
   
Sunawan (46), pedagang bakso di pasar Dapur, Lamongan menyatakan, terpaksa harus menaikkan harga jual baksonya. Bila sebelumnya untuk semangkok bakso Rp6.000 selama lima hari terakhir harganya dinaikkan Rp7.000.

“ Ya terpaksa harus dinaikkan, Mas. Kalau masih tetap harga lama cuma balik modal. Gak ada keuntungan, “ kata Sunawan sambil melayani pembeli.

Kenaikan harga bakso tersebut diakuinya mengurangi jumlah pembeli. Namun untuk para pelanggannya dianggap masih wajar. Yang penting tidak mengurangi takaran daging untuk pembuatan pentol baksonya. Kualitas rasa selalu dipertahankan.

Cara lain yang dilakukan pedagang bakso agar tidak gulung tikar, yaitu dengan mengurangi jumlah pentol bakso. Bila sebelumnya untuk semangkok bakso 4 biji, kini tinggal 3 biji.
   
Selain itu, banyak pedagang bakso yang menyiasati mahalnya harga daging sapi dengan memperkecil ukuran pentol. Seperti dilakukan Muazizah (30), penjual bakso di pasar Moropelang, Kecamatan Babat. Cara itu dilakukan karena tidak mungkin menaikkan harga baksonya.

“Langganan saya rata-rata anak sekolah, Mas. Jadi kasihan kalau harganya harus dinaikkan,“ cetus Muazizah yang sudah tujuh tahun berjualan bakso.

Bakso Muazizah terhitung murah meriah. Semangkul bakso dengan 7 biji pentol harganya Rp4.000. Untuk pelajar cukup dengan Rp2.000 sudah dapat semangkok bakso 5 pentol dan segelas air putih.

Karena murah dan enak bakso Muazizah selalu ramai pembeli. Seharinya Muazizah bisa menghabiskan 4-5 kg daging sapi. Wanita bertubuh gemuk ini mengaku terpaksa harus bertahan dengan keuntungan kecil asal dirinya bisa membiayai sekolah 3 orang anaknya.

Suaminya sendiri bekerja sebagai buruh bangunan. Muazizah berharap kondisi kembali normal karena dirinya tidak tega kalau harus mengurangi ukuran pentolnya sehingga mengecewakan pelanggan. (tok)



Tidak ada komentar
Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more