Dampak Pandemi, Produksi Perajin Pelepah Pisang di Bojonegoro Turun Drastis

Rabu, 25 November 2020, Dibaca : 599 x Editor : nugroho

joko kuncoro
PRODUKSI TURUN: Maisir perajin pelepah pisang asal Desa/Kecamatan Balen sedang memproduksi kerajinan.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pendemi Covid-19 membuat sejumlah perajin di Bojonegoro terdampak. Salah satunya adalah perajin pelepah pisang, Maisir warga Desa/Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sudah delapan bulan Maisir mengeluhkan turunnya produksi kerajinan dari pelepah pisang lantaran minimnya pembeli.

Sebelum ada pandemi Maisir bisa memproduksi 50 kerajinan dari pelepah pisang dalam sehari. Selain itu, dia dibantu oleh 27 orang perajin untuk memproduksi pelepah pisang menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Baca Lainnya :

    "Ya, pembeli kerajinan pelepah pisang masa pendemi ini menurun drastis. Sehingga, harus mengurangi jumlah produksi," katanya, Selasa (24/11/2020).

    Karena pandemi Covid-19 jumlah permintaan kerajinan pelepah pisang menurun sehingga, selain produksi dikurangi juga perajin ada yang di rumahkan sementara. Dari 27 perajin, kini tinggal 5 perajin saja yang bertahan.

    Baca Lainnya :

      Maisir sebenarnya sudah menggeluti kerajinan pelepah pisang semenjak 2014 lalu. Berawal dari keterpaksaan dan melihat pelepah pisang di sekitar banyak yang dibuang dan dibakar. Lelaki asal Desa/Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu mencoba memanfaatkan pelepah pisang menjadi barang memiliki nilai jual.

      "Awalnya terpaksa, karena di Bojonegoro susah mencari pekerjaan akhirnya mencoba berkreatif," kata Maisir.

      Kerajinan pelepah pisang ada 70 bentuk yang diproduksi Maisir yang sebagian besar barang rumah tangga. Seperti asbak, tempat tisu, tempat pensil dan tempat air mineral. Juga selain barang rumah tangga ada yang berbentuk lukisan wajah atau siluet.

      "Macam-macam mulai gantung kunci hingga kursi. Semua terbuat dari pelepah pisang, kalau harganya mulai Rp 5 ribu hingga Rp 700 ribu," kata Maisir kepada SuaraBanyuurip.com.

      Namun, untuk peminat kerajinan pelepah pisang ini rerata dari luar Bojonegoro. Di antaranya Kota Surabaya, Tangerang, dan Bandung. Bahkan pembeli hingga luar Pulau Jawa seperti Kalimantan. Karena itu, sebelum adanya pandemi dalam sebulan omset bisa mencapai Rp 10 hingga Rp 15 juta. Alasannya permintaan kerajinan banyak.

      "Sekarang menurun, dalam sebulan hanya Rp 600 ribu," katanya. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more