DBH Migas Bojonegoro Berkurang Rp375 Miliar

Minggu, 24 Mei 2020, Dibaca : 209 x Editor : nugroho

dok/sbu
Kepala Bapenda Bojonegoro, Ibnoe Soeyoeti.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Pendapatan (Bapenda) Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19/PMK.07.2020 tentang penyaluran dan penggunaan dana bagi hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Insentif Daerah tahun 2020, besaran Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) mengalami penurunan hingga Rp375 miliar dari total sebesar Rp947,8  miliar.

"Jadi hanya sisa sekitar Rp572 miliar di dalam APBD Induk tahun ini," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Ibnoe Soeyoeti, Minggu (24/5/2020). 

Baca Lainnya :

    Dijelaskan DBH Migas di seluruh wilayah di Indonesia termasuk Bojonegoro mengalami penurunan dalam rangka otonomi khusus. Anggarannya dialokasikan untuk bidang kesehatan dan perbaikan gizi termasuk untuk penanganan Virus Corona (Cobid-19). 

    "Hal itu sudah dituangkan di dalam PMK terbaru dari Kementerian Keuangan," tegas mantan Camat Gondang itu. 

    Baca Lainnya :

      Meski demikian, Ibnoe masih optimis mendapatkan dana transfer kurang salur DBH Migas yang belum diberikan Kemenkeu kepada pemerintah daerah. Ia berharap tidak ada lagi penundaan meski keuangan negara dalam kondisi belum normal akibat Covid-19. 

      "Harapannya ada transferan dari pusat," imbuhnya. 

      Dari data yang didapat suarabanyuurip.com menyebutkan, pada 13 Maret 2020 Bapenda Bojonegoro mendapatkan transfer DDBH Migas sebesar Rp183,9 miliar atau sebesar 19 persen.(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more