DBH Migas Bojonegoro Diprediksi Lebih dari Rp2,5 Triliun

Minggu, 30 Juni 2019, Dibaca : 1060 x Editor : nugroho

dok/sbu
ANDALAN NASIONAL : Produksi minyak Lapangan Banyu Urip jadi penopang ABPBD Bojonegoro melalui DBH Migas.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Bagi Hasil (DBH) Migas yang diterima Bojonegoro, Jawa Timur, terus meningkat seiring bertambahnya produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu. Tahun 2019 ini, jumlahnya diprediksi mencapai Rp2,5 triliun lebih. Jumlah tersebut naik dari APBD Induk sebesar Rp1,8 Triliun. 

"Perkiraan realisasi DBH Migas dari target APBD induk kurang lebih Rp2,5 triliun," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Herry Sudjarwo kepada suarabanyuurip.com, Minggu (30/6/2019). 

Baca Lainnya :

    Perkiraan tersebut dikarenakan lifting minyak triwulan kedua yang diterima Bojonegoro naik dari 220 ribu barel menjadi 225 ribu barel. Jumlah tersebut disumbang melalui Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang dioperatori ExxonMobil Cepu limited (EMCL).  

    "Perhitungan itu menggunakan ICP sesuai APBN yakni USD70 per barel," tambah Herry.  

    Baca Lainnya :

      Menurutnya,  pendapatan daerah di APBD Perubahan 2019 bisa mencapai kurang lebih Rp7 triliun. Karena, selain DBH Migas akan ada pendapatan lain baik Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dari APBN seperti Dana Alokasi Umum (DAU)  atau Dana Alokasi Khusus (DAK) dan lain-lain.  

      "Kalau ditotal perkiraan bisa mencapai Rp7 triliun," pungkasnya.(rien) 


       

       

       


Show more