Desa Mojodelik Tolak Skema Baru Pembagian CSR

Selasa, 10 Desember 2019, Dibaca : 1153 x Editor : nugroho

Dokumentasi Suarabanyuurip Media
Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakui hingga kini belum ada sosialisasi dari pemerintah kabupaten terkait skema baru pemberian program corporate social responsibility (CSR) dari kontraktor kontrak kerjasama (K3S) Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). 

"Belum ada sosialisasi atau pemberitahuan dari Pemkab Bojonegoro terkait perubahan skema CSR," kata Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu, Selasa (9/12/2019). 

Baca Lainnya :

    Pihaknya mengaku tidak setuju dengan skema yang diminta Bupati Anna Mu'awanah yakni 60 persen untuk desa ring 1 dan 40 persen untuk daerah diluar ring. 

    "Kami tidak setuju, itu hak kami warga terdampak," tegasnya.

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, Pemkab Bojonegoro sudah mendapatkan jatah atau bagian dari sumber migas berupa Dana Bagi Hasil Migas dari semua Lapangan Migas. Tidak hanya Blok Cepu saja. 

      "Pemkab itu sudah dapat DBH migas dari EMCL dan operator lainnya," imbuhnya.

      Semua  DBH Migas itu  sudah diserahkan dan dikelola  Kabupaten, sehingga tidak sepatutnya mengambil hak masyarakat yang seharusnya lebih diperhatikan karena mendapatkan dampak langsung dari kegiatan industri migas.

      "Kita sudah menjadi penonton dan penerima kebisingan dan faktor-faktor lain yang harus kami terima," tukasnya. 

      Masyarakat di Desa Mojodelik, selama ini sudah menerima dampak-dampak kegiatan Lapangan Banyu Urip. Bahkan,  setiap saat bisa saja menghirup gas beracun jika terjadi kebocoran. 

      "Kami ini mau nggak mau harus menerima semua dampaknya," tukasnya.

      Seperti diketahui, Plt Kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda), Anwar Murtadlo, menyampaikan, tahun depan akan menerapkan skema pembagian CSR yang baru.

      "Tujuannya untuk pemerataan pembangunan, karena desa penghasil migas sudah mendapatkan alokasi dana desa yang sangat besar," pungkasnya. (rien )

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more