Din Samsudin : Bubarkan Densus 88

Rabu, 13 Maret 2013, Dibaca : 1831 x Editor : teguh

Totok Martono
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin mendesak pemerintah segera bubarkan Densus 88.


SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin, meminta agar pemerintah segera membubarkan Densus Anti Teror 88. Banyak pelanggaran HAM yang dilakuan pasukan khusus pemberangus teroris yang tidak bisa ditoleransi lagi.

Baca Lainnya :

    “Bubarkan saja Densus 88 karena banyak melanggar HAM,“ kata Din Samsudin kepada sejumlah wartawan disela-sela acara panen jagung organik, dan peresmian Balai Pengobatan (BP) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (13/3/2013).

    Desakan untuk pembubaran Densus 88, menurut Din Samsudin, juga didukung oleh perwakilan ulama yang tergabung dalam Solidaritas Umat Islam (SOLI).

    Baca Lainnya :

      Untuk itu dirinya bersama SOLI mengimbau, agar ada reformasi di tubuh Polri agar berubah pendekatannya. Yakni, agar lebih kredibel, dan profesional, serta mengajak masyarakat dalam pemberantasan terorisme yang telah menjadi musuh bersama.

      “Harus ada perubahan pendekatan agar tidak melakukan pelanggaran HAM. Jangan melakukan pemberantasan terorisme dengan pendekatan teror juga,” tandasnya.

      Desakan pembubaran Densus 88 mengemuka, setelah beredarnya tayangan di media Youtube.com yang menayangkan kekerasan yang dilakukan Densus 88 terhadap tersangka teroris. Dalam tayangan tersebut terlihat aksi kekerasan Densus 88 yang melanggar HAM.

      Selain tayangan kekerasan tersebut Densus 88 sendiri selama ini dianggap banyak melakukan aksi kekerasan HAM seperti penyiksaan, korban salah tangkap, dan tembak  mati terhadap tersangka teroris. Pihak Polri sendiri membantah tentang tindak kekerasan, dan pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88.

      Statement yang dilakukan Mabes Polri yang membantah kebenaran video kekerasan maupun tindakan kekerasan Densus 88 lainnya, sangat disayangkan oleh Din Samsudin.

      “Sudahlah jangan ada opini. Malah nanti kesannya hanya mencoba menutupi kesalahan. Yang terbaik adalah segera mengakui kesalahan, rubah pendekatan pemberantasan terorisme dengan tidak menggunakan cara teror,“ pungkas Din Samsudin. (tok)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more