Dinas Kesehatan Blora Perketat Pengawasan Warga dari Luar Negeri

Kamis, 05 Maret 2020, Dibaca : 817 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
RAKOR : Dinas Kesehatan Blora mengampaikan cara pencegahan dan ciri-ciri virus corona kepada jajarannya.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Dinas Kesehatan Blora, Jawa Tengah, terus melakukan pemetaan dan pemantauan terhadap 64 orang yang baru datang dari luar negeri. Sebagian banyak mereka dari Arab Saudi setelah melaksanakan umroh.  

Rinciannya 60 orang dari Arab Saudi, 1 dari Malaysia, 1 Vietnam dan 2 orang dari Singapura. Hasilnya, 58 orang dinyatakan sehat. Sedangkan 6 lainnya dinyatakan kurang enak badan saat tiba di Blora.

Baca Lainnya :

    Keenam orang tersebut terus didampingi oleh tim kesehatan. Karena kelima orang menderita batuk, pilek dan demam.

    "Namun demamnya masih di bawah 36 derajat celsius. Sedangkan satu orang lainnya mengalami demam di atas 36 derajat Celsius, batuk, pilek, pusing dan nyeri tenggorokan,” jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan Blora, Lilik Hernanto saat rapat koordinasi (Rakor) kesiapan penanganan dan kewaspadaan virus corona atau COVID-19, di Gedung Samin Surosentiko, Rabu (4/3/2020). 

    Baca Lainnya :

      Ditegaskan, keenam orang tersebut telah dilakukan pemantauan. Mereka dianjurkan untuk tidak keluar rumah, selalu memakai masker, dan makan makanan bergizi. 

      "Sekarang kondisinya sudah dinyatakan sehat," pungkasnya.

      Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi,  menyambut baik langkah-langkah yang telah dilakukan Dinas Kesehatan guna menyikapi maraknya pemberitaan tentang bahaya COVID-19 yang telah sampai di Indonesia.

      “Sudah ada 2 WNI yang dinyatakan positif terkena COVID-19. Maka rakor ini kita laksanakan sebagai wujud kewaspadaan di tingkat daerah, khususnya Blora. Kami minta seluruh dinas terkait untuk gencar melaksanakan sosialisasi,” ujar Sekda.

      Guna meminimalisir kecemasan masyarakat terhadap bahaya COVID-19 ini, Sekda meminta seluruh awak media bisa menyampaikan pemberitaan yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan.

      “Manfaatkan media sosial dengan baik. Isi dengan sosialisasi yang mengedukasi, bukan menakut-nakuti," pesannya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more