Disperinaker Tak Khawatirkan Penambahan Naker JTB

Minggu, 22 Maret 2020, Dibaca : 297 x Editor : samian

dok SBU
Kepala Disperinaker Bojonegoro, Agus Supriyanto.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian  (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, tidak terlalu khawatir dengan penambahan tenaga kerja di proyek Jambaran-Tiung Biru ( JTB) oleh kontraktor Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) Gas Proccesing Facilities (GPF) PT Rekayasa Industri (Rekind).

"Semua tenaga kerja di PT Rekind harus menjalani prosedur kesehatan baik melalui perusahaan maupun Dinas Kesehatan," kata Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto, Minggu (22/3/2020).

Baca Lainnya :

    Menurutnya, meskipun sekarang ini sedang memasuki status Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona (Covid-19) di Indonesia, pihaknya tetap meyakini adanya prosedur tetap (protap) bagi semua tenaga kerja (Naker) di Industri Minyak dan agas Bumi (Migas) termasuk proyek JTB.

    "Selain ada tes suhu, disana juga disediakan medical check up. Dan itu salah satu upaya pencegahan menyebarnya Virus Covid-19 dilokasi proyek," imbuhnya.

    Baca Lainnya :

      Terkait penambahan Naker, sesuai kesepakatan, PT Rekind masih terus berkoordinasi dengan Disperinaker. Sehingga, warga Bojonegoro bisa mendatangi kantor Disperinaker untuk mendapatkan informasinya.

      "Kemarin ada lowongan, tapi saya lupa datanya. Semua ada di kantor," imbuhnya.

      Sementara itu, data dari PT Rekind menyebutkan, hingga bulan Februari 2020 jumlah tenaga kerja di proyek JTB adalah sebanyak 2.654 orang terdiri dari skill sebanyak 1.432 orang, semi skill sebanyak 678 orang, un skill sebanyak 544 orang.

      Dari jumlah tersebut, untuk ketegori lokal sebanyak 1.743 (66 persen) non lokal 911 (34 persen).

      Sebelumnya, PT Rekayasa Industri (Rekind), bakal melakukan pengecekan suhu tubuh karyawan yang akan memasuki lokasi proyek GPF JTB yang bersentra di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

      Pengecekan suhu tubuh karyawan dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona atau COVID- 19 yang kini menjadi isu nasional.

      "Proyek JTB tetap berjalan normal tidak ada kegiatan yang dihentikan. Hanya saja perlu dilakukan kontrol dan mekanisme terhadap karyawan yang masuk dengan pengecekan suhu tubuh saat memasuki pintu masuk lokasi menggunakan temperature detector," kata Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (16/3/2020).

      Temperatur detector guna dilakukan screening untuk pencegahan convid 19 sebagai berikut ; Screening dilakukan untuk seluruh personil yang akam masuk project site termasuk para subkontraktor; Screening dilakukan di mulai di gate masuk; Personil yang memiliki temperatur diatas 38C tidak diperkenankan masuk ke site.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more