DPMD Bojonegoro Sebut Tukar Guling TKD Dibolehkan Regulasi

Pengembangan Sumur Baru Pad C Sukowati

Rabu, 23 Juni 2021, Dibaca : 478 x Editor : samian

dok SBU
Kepala Dinas PMD Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan adanya regulasi yang membolehkan tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) dengan pihak ketiga dengan penggantinya berupa barang.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin mengatakan, bahwa dasar aturan tukar guling TKD bisa dilihat pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 01 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.

Baca Lainnya :

    Didalam peraturan itu disebutkan, Pemdes bisa melakukan kegiatan tukar menukar, yaitu pemindahtanganan kepemilikan aset desa yang dilakukan antara Pemdes dengan pihak lain, dengan penggantinya dalam bentuk barang.

    "Aset desa adalah barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli milik desa dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) atau perolehan hak lainnya yang sah. Sedangkan Tanah Kas Desa (TKD) merupakan salah satu kekayaan asli desa," terang mantan Camat Ngasem ini, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (23/06/2021).

    Baca Lainnya :

      Ketika disinggung perihal rencana tukar guling TKD antara Pemdes Banjarsari dengan Pertamina, Machmuddin menyatakan enggan berandai-andai. Pasalnya, tahapan ke arah hal itu belum diketahui secara jelas. Antara lain penentuan lokasi (Penlok) yang dimohonkan kepada Gubernur belum dilakukan oleh pihak yang menginginkan. Sehingga belum bisa dipastikan sebetulnya lokasi yang diadakan untuk pengeboran tersebut di tanah yang mana.

      "Saya tidak mau berandai-andai. Kuncinya di penlok. Izin penlok ini dari Gubernur. Pihak yang menginginkan lokasi harus mengajukan permohonan lokasi kepada Gubernur. Bisa tanah yasa, TKD atau tanah apa. Kalau TKD kan kita pasti diundang. Termasuk pihak terkait, misal BPN (Badan Pertanahan Nasional)," tandasnya.

      Diberitakan sebelumnya, Senior Officer Relation & CID Zona 11 Pertamina EP Cepu, Ahmad Setiadi menjelaskan, rencana pengembangan sumur baru Pad C menggunakan TKD. Untuk TKD ini prosesnya tukar guling dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa. Namun kepastian titik lokasi sumur baru belum pasti. Sosialisasi baru akan dilakukan ke warga terkait lokasi pengeboran minyak.

      "Kepastian lokasi menunggu Pertamina EP Cepu Zona 11 sosialisasi ke warga. Sebab internal belum memutuskan terkait lokasi pengembangan sumur ini," katanya saat hearing dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Kamis (7/06/2021) lalu.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more