DPR RI Dukung Penuh Proyek Gas Jambaran Tiung Biru

Jum'at, 20 November 2020, Dibaca : 292 x Editor : samian

Ist/Samian Sasongko
KUNJUNGAN KERJA : Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja di proyek Gas JTB di Kabupaten Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro  - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendukung penuh Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Sebagai bagian dari upaya mengamankan ketahanan energi nasional. PEPC merupakan salah satu Anak Perusahaan Pertamina di bidang Hulu Migas saat ini sedang mengerjakan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Bojonegoro, Jawa Timur.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Proyek JTB di Kabupaten Bojonegoro, Kamis (19/11/2020).

Baca Lainnya :

    Dalam surat elektronik yang diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (20/11/2020) diterangkan, kunjungan ini merupakan salah satu bentuk usaha DPR dalam mendukung terlaksananya Proyek JTB secara lancar.

    "Dengan kunjungan ini, kami bisa melihat secara langsung kondisi di lapangan seperti apa, sehingga kami juga bisa mengetahui secara detail kendala apa yang ada di lapangan," ujar Sugeng.

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, masalah gas juga memiliki aspek pendukung lain yang juga harus dipikirkan. Antara lain, dukungan infrastruktur seperti jaringan gas untuk mengalirkan gasnya setelah produksi.

      "Kita tentu mendukung penuh proyek JTB ini, supaya bisa segera beroperasi," imbuhnya.

      Beroperasinya Proyek JTB nanti bisa memberikan suplai yang penting bagi energi nasional. Diharapkan, Lapangan Gas JTB dapat mulai mengalirkan gas di Kuartal ke-4 tahun 2021 dengan produksi puncak mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD/gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas).

      Sementara itu, Direktur Utama PEPC Awang Lazuardi menjelaskan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini beberapa proyek lain di seluruh dunia mengalami penundaan eksekusi atau bahkan ada yang sampai pembatalan. Namun proyek JTB masih bisa berjalan, dengan pencapaian beberapa Milestone yaitu dengan telah diselesaikannya Pekerjaan Plug & Abandon di 1 sumur dan Pemboran di 6 sumur produksi yang lebih cepat dari waktu yang ditargetkan.

      Begitu juga dengan diselesaikannya pekerjaan rigless dan well testing di 4 sumur produksi dengan hasil yang sangat menggembirakan. Hasil well testing menunjukkan produksi per sumur lebih dari 60 MMSCFD.

      "Total secara keseluruhan dalam proyek ini kita sudah mencapai 24 juta jam kerja selamat. Rencananya awal Desember nanti kita juga sudah akan melakukan well testing di Sumur Jambaran Central (JC). Mudah-mudahan lancar," urai Awang, sapaan akrabnya.

      Adapun kegiatan kunker spesifik kali ini diikuti oleh Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto beserta anggota, Dirjen Migas Kementerian ESDM Prof Tutuka Ariadji, wakil dari Pemda Bojonegoro, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, serta Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi.

      Dari Pertamina sendiri juga hadir CEO Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream Budiman Parhusip, juga dari Pemkab Bojonegoro yang diwakili oleh Asisten 2 Perekonomian & Pembangunan Nyoman Sudana kemudian dari EMCL hadir Senior Vice President ExxonMobil Indonesia Muhammad Nurdin.(sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more