DPRD Blora Tuding Operator Lapangan Gas Trembul Bikin Susah Warga

Sabtu, 20 Februari 2021, Dibaca : 226 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
TERBENGKALAI : Pembangunan jembatan menuju Lapangan Gas Trembul belum ada kepastian kapan akan dilanjutkan.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Jawa Tengah, menilai mandegnya pembangunan jembatan di Dukuh Canggah Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen, mempersulit aktifitas warga. Sampai sekarang jembatan menuju Lapangan Gas Trembul itu masih terbengkalai. Belum ada kepastian dari Kerja Sama Operasi Pertamina EP - PT Sarata GSS Trembul ( KSO PEP - PT SGT), sebagai operator melanjutkan pembangunan. 

"Kalau gitu kan justru menyusahkan masyarakat. Aksesnya menjadi terhambat," kata Ketua DPRD Blora, Dasum, Sabtu (20/2/2021) saat berada di Pendopo Kecamatan Cepu.

Baca Lainnya :

    Komisi C DPRD Blora sebelumnya telah mendatangi lokasi jembatan, dan mengagendakan mengundang pihak terkait. Namun, rencana pemanggilan tersebut belum sampai ke meja pimpinan DPRD. 

    "Belum disampaikan kepada saya. Biasanya kami yang memberikan perintah untuk mengundang, setelah disampaikan kepada kami," ujarnya.

    Baca Lainnya :

      Namun demikian, pihaknya segera akan memanggil KSO PEP-PT SGT untuk meminta penjelasan dan kepastian pembangunan jembatan menuju Lapangan Gas Trembul. 

      "Karena sudah terlalu lama jembatan terbengkalai," tegasnya.

      Ditanya apakah ada kemungkinan pembangunan diambil alih Pemkab Blora, Dasum mengaku masih menunggu kesanggupan operator. 

      "Menunggu dulu dari mereka," ucapnya. 

      Untuk diketahui, jembatan menuju Lapangan Gas Trembul ini terbengkalai ditinggalkan oleh kontraktor pelaksana karena masalah keuangan. Sedangkan kerusakan jembatan terjadi sejak tahun 2017 lalu, diduga karena sering digunakan mobilisasi logistik pengeboran. 

      Anggota Komis C DPRD Blora, Mukhlisin menganggap operator Lapangan Gas Trembul paling bertanggung jawab untuk membangun jembatan. Sekarang ini, kondisi jembatan belum tersambung. Hanya ada sebagian kecil hasil pekerjaan. Sehinga menyulitkan warga untuk beraktifitas.

      Rombongan Komisi C melihat langsung lokasi Jembatan Canggah yang mangkrak. Bahkan mereka sudah meminta Haji Ketut, untuk melanjutkan pembangunan setelah ditinggalkan kontraktor yang lama.

      Haji Ketut adalah kontraktor kedua yang pada tanggal 2019 lalu melanjutkan pekerjaan pembangunan Jembatan Canggah. Namun kontraktor ini juga menghentikan pekerjaan karena masalah pembayaran.

      Akibat belum dibangunnya Jembatan Canggah ini membuat proses pembelian gas oleh BUMD Blora, PT Blora Patra Energi (BPE) untuk diproses menjadi CNG, menjadi tertunda. 

      Terpisah, Kepala Lapangan KSO – PT SGT, Agus Pamudji Widodo, tidak bisa berkata banyak terkait hal itu. 

      “Terkait jembatan itu, pihak manajemen yang lebih tahu,” kata dia.(ams) 




      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more