DPRD Bojonegoro Tuding Kadisdagkop Tak Konsisten

Kamis, 06 Januari 2022, Dibaca : 1838 x Editor : samian

Arifin Jauhari
HEARING : DPRD Bojonegoro minta dinas terkait untuk memberi ruang dan waktu kepada para pedagang untuk berproses.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuding Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Kadisdagkop UM) Sukemi tidak konsisten terkait persoalan pemindahan pedagang Pasar Kota Bojonegoro.

Tudingan itu dilempar oleh Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, saat rapat kerja perihal relokasi pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Kamis (06/01/2022) di ruang paripurna setempat.

Baca Lainnya :

    Rapat kerja atau dengar pendapat itu mengundang perwakilan pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Kadisdagkop Sukemi, dan Kepala Pasar Kota Nurcholis. Dihadiri oleh Pimpinan DPRD dan Komisi B yang membidangi perekonomian dan keuangan.

    Menurut Sukur, Kadisdagkop UM Bojonegoro, Sukemi, tidak konsisten dalam pernyataannya mengenai pemindahan pedagang Pasar Kota Bojonegoro. Pasalnya, pernyataan Sukemi berbeda antara situasi yang terjadi saat ini dengan yang tercatat dalam notulen rapat dengar pendapat sebelumnya.

    Baca Lainnya :

      "Karena saya mendengar, Pak Kemi pernah statemen dihadapan teman-teman Komisi B bahwa tidak pernah ada upaya atau rencana memindah pasar kota, dan tercatat di notulen. Jangan sampai mendapat amanah jadi pejabat tidak konsisten," kata Sukur.

      Sementara Ketua Komisi B Sally Atyasasmi, meminta kepada Sukemi untuk melibatkan para pedagang untuk menyelesaikan persoalan. Termasuk turun melihat secara langsung kondisi pasar dan para pedagang.

      "Kalau memang pasar wisata itu direncanakan untuk ditempati Pasar Bojonegoro, harusnya sejak awal dikomunikasikan. Seharusnya para pedagang diajak bicara, ingin dibangunkan pasar yang bagaimana," ucap Sally.

      "Saya minta Pak Kemi lebih banyak berkomunikasi dengan para pedagang, masih ada waktu. Sampaikan hasilnya pada pimpinan, jangan tergesa-gesa," lanjutnya.

      Berkenaan hal itu, anggota Komisi B, Donny Bayu Setiawan, juga meminta ketegasan dari Sukemi, apakah para pedagang jadi dipindah atau tidak. Pasalnya menurut Donny, Sukemi tidak pernah membicarakan perihal pemindahan pedagang pasar dengan Komisi B.

      "Pembicaraan pemindahan itu belum pernah ada di Komisi B. Tolonglah beri ruang, beri waktu. Jangan seketika disuruh pindah kayak orang ngontrak habis waktunya. Tolong pemindahan ini ditunda dulu, dibicarakan," ujar Donny.

      Menanggapi "tagihan" atas statement yang pernah diucapkan, Kadisdagkop Sukemi, berkilah, bahwa yang diminta pindah ke pasar wisata hanya pedagang lesehan, pedagang kaki lima (PKL), dan eks TBS yang tidak mempunyai tempat berdagang permanen.

      "Tetapi, kalau ada pedagang di Pasar Bojonegoro ingin ikut pindah ke pasar wisata ya monggo," kilahnya.

      Sedangkan Advokat pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Agus Mujianto, bersikukuh menyatakan untuk tetap bertahan di Pasar Kota Bojonegoro. Karena memiliki hak kepemilikan sah atas bangunan kios, toko, dan bidak di Pasar Bojonegoro.

      "Kami tidak akan pindah, tetap di Pasar Kota Bojonegoro dengan segala sesuatunya," tegasnya.(fin)

       


Show more