Dua BUMD Blora Rugi Tak Setor PAD

Sabtu, 21 November 2020, Dibaca : 143 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
RUGI : Kantor PDAM Blora. Perusahaan ini belum bisa menyetorkan PAD karena masih rugi.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Ada dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, yang sampai saat ini masih mengalami kerugian sehingga tidak bisa menyetorkan pendapatan ke kas daerah. Yakni, Perusda Wira Usaha dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora.

Kepala Subbagian Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekda Blora, Tulus Prasetya, menjelaskan, untuk PDAM sampai tahun 2019 belum menyetor ke PAD karena masih mengalami kerugian. Mekipun sebenarnya pada 2019 sudah untung.

Baca Lainnya :

    "Tapi PDAM masih memiliki akumulasi kerugian, sehingga keuntungan itu untuk menutupi kerugian tersebut," jelasnya.

    Menurutnya, kerugian PDAM Blora karena ada unsur sosial. Sehingga keuntungan yang didapat tidak bisa stabil. 

    Baca Lainnya :

      Sementara Wira Usaha, lanjut Lulus, masih mengalami kerugian, salah satu alasannya karena tanggungan pajak. Sehingga untuk saat ini harus mengurangi kerugian tersebut. 

      "Manajemen Wira Usaha mulai diperbaiki seelah adanya direktur baru," ujarnya. 

      Hanya saja, Lulus engan menyebutkan berapa kerugian yang dialami kedua perusahaan daerah tersebut.

      Dikonfirmasi terpisah, Direktur Perusda Wira usaha Djantik Retno Subarini mengatakan, perusahaannya sudah sejak 2017 tidak pernah menyetor pendapatan asli daerah (PAD) kas daerah karena masih mengalami kerugian hingga 2019.

      "Meskipun kerugiaannya sudah lebih sedikit dari pada tahun sebelumnya," ujarnya.

      Sekarang ini, menurut dia, Wira Uaaha dalam proses perbaikan manjemen. Sebab, saat dirinya menjadi direktur kondisi perusahan sedang recovery. 

      "Saya masih melakukan pembenahan dari sistem yang lama dan kewajiban yang lama belum terselesaikan," jelas direktur yang dilantik pada 2018 lalu ini.

      Retno mengaku masih melakukan proses penyehatan dan pembenahan. Supaya target perusahaan yang dia pimpin bisa meyetor PAD. 

      "Sekarang masih pelayanan dan belum optimal," pungkasnya.

      Sementara itu, Direktur PDAM Blora, Yan Ria Pramono mengakui jika perusahaanya sekarang ini masih mengalami kerugian. Masih ada akumulasi kerugian masa lalu. 

      "Mulai 2016 sampai 2019 sudah membukukan laba, tapi belum bisa menutup akumulasi sehingga belum menyetor PAD," jelasnya.

      Untuk diketahui, ada 5 BUMD Blora yang tahun 2020 ini sudah menyetorkan PAD. Yakni, PT. Blora Patragas Hulu (BPH) setor Rp41 miliar,  PT. Blora Patra Energi (BPE) Rp688 juta, BPD Bank Jateng Rp8 miliar. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Rp559 juta dan Badan Kredit Kecamatan (BKK) Rp 2 miliar.  

      Total PAD yang disetor sebesar Rp54 miliar. Pendapatan tersebut perolehan pendapatan tahun 2019.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more