Dua Hari, 166 Pengendara Terjaring Operasi Zebra Semeru

Selasa, 27 Oktober 2020, Dibaca : 567 x Editor : nugroho

Ist/humas polres bjn.
DITILANG : Petugas Sat Lantas Polres Bojonegoro menindak pengendara roda empat dalam operasi Zebra Semeru 2020.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Jajaran Satuan Lalu-lintas (Sat Lantas) Polres Bojonegoro, Jawa Timur, kembali menggelar razia kendaraan bermotor di sejumlah titik yang rawan terjadi kecelakaan dan pelanggaran, Selasa (27/10/2020). Hasilnya 85 pelanggar ditindak dalam Operasi Zebra Semeru 2020 hari kedua.

Sebelumnya, 81 pengendara juga ditindak petugas karena melanggar aturan berlalu-lintas pada hari pertama Operasi Zebra Semeru 2020, Senin (26/10/2020). Petugas juga melaksanakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 kepada para pengguna jalan. 

Baca Lainnya :

    Operasi kedua digelar dengan sistem stasioner di 2 lokasi, yaitu di Jalan Raya Bojongoro-Babat, tepatnya di Jalan Raya Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno dan di Jalan Letnan Sucipto, di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

    Selain itu, petugas juga menggelar razia dengan sistem hunting atau patroli di sejumlah ruas jalan di wilayah hukum Polres Bojonegoro.

    Baca Lainnya :

      Dalam kegiatan operasi tersebut, petugas melakukan penindakan terhadap 85 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Rincian 41 pelanggar diberikan surat tilang, dan 44 pelanggar lainnya diberikan teguran. Selain itu, ada 3 orang pengendara dilakukan penindakan karena tidak memakai masker saat berkendara di jalan.

      Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Bojonegoro, Ipda Ahmad Adhi Kiswanto menjelaskan selain 7 prioritas pelanggaran, petugas juga melaksanakan penindakan terhadap kendaraan angkutan barang yang didapati melakukan pelanggaran over dimension and over load (ODOL) atau kendaraan truk yang kelebihan muatan dan dimensi.

      Adapun 41 pelanggar yang diberikan surat tilang tersebut terdiri dari Pelanggaran Melawan Arus, sebanyak 17 pelanggar; pelanggaran tidak menggunakan helm pengaman sebanyak 2 pelanggar; marka atau rambu-rambu lalu-lintas sebanyak 1 pelanggar; administrasi atau kelengakapan surat-surat sebanyak 21 pelanggar, termasuk di dalamnya sejumlah pelanggaran over dimension and over load (ODOL) atau kendaraan truk yang kelebihan muatan dan dimensi.

      Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Heru Sudjio Budi Santoso, menyampaikan Operasi Zebra Semeru 2020 bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas bagi masyarakat Jawa Timur, untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan persuasif, serta humanis di tengah mewabahnya Covid-19.

      "Operasi ini dilaksanakan dalam bentuk operasi harkamtibmas dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif dengan diimbangi giat penegakkan hukum secara selektif priortas, dengan harapan dengan adanya kegiatan ini dapat menekan potensi terjadinya kecelakaan lalu-lintas," tutur AKP Heru Sudjio.

      Kasat Lantas juga menyampaikan Operasi Zebra Semeru 2020 digelar di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, sehingga diharapkan masyarakat tetap menggunakan masker saat berkendara di jalan raya, untuk mencegah penyebaran atau penularan virus Corona (Covid-19). 

      “Kita imbau warga masyarakat tetap disiplin berlalu lintas, serta disiplin ikuti kebijakan Pemerintah terkait penerapan protokol kkesehatan Covid-19,” pungkasnya.

      Untuk diketahui Operasi Zebra Semeru 2020 dilaksanakan  selama 14 hari, mulai Senin (26/10/2020) kemarin, hingga Minggu (8/11/2020).(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more